Harga Loyang Pisang Mini Melejit

Harga Loyang Pisang Mini Melejit 2

Makanan yang dibranding dengan nama Loyang Pisang Mini ini sedang ramai dibicarakan masyarakat Indonesia. Setelah satu minggu ini diunggah di akun instagram yang khusus membahas kuliner, baik makanan, minuman, dan camilan, maka produk ini segera dicari oleh seluruh masyarakat. Bahkan muncul berbagai unggahan yang menyertakan tag #loyangpisangmini. Maka semakin banyaklah orang yang merasa penasaran dengan produk ini. Padahal produk ini belum terdistribusi secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Sebab produk ini masih terhitung baru bila dibandingkan dengan berbagai produk camilan lainnya. Karena banyaknya permintaan, sedangkan jumlah stoknya masih terbatas, maka para pedagang akhirnya menaikkan harga jualnya. Untuk satu bungkus loyang pisang mini ini sekarang dibanderol dengan harga 30 ribu rupiah. Padahal sebelumnya, harga camilan ini hanya berkisar antara 5 ribu hingga 10 ribu rupiah. Menariknya, dengan harga yang melejit seperti itu para konsumen tetap ingin membeli produk ini. Sebab booming di media sosial sudah sangat heboh.

Harga Loyang Pisang Mini Melejit

Saat ditanya mengenai produk Loyang Pisang Mininya yang kontroversial, Chandra Ekajaya memberikan keterangan bahwa dirinya tidak pernah membayangkan bahwa produknya akan menjadi sedemikian populer. Meskipun ia sudah mempunyai rancangan untuk mempopulerkan produknya, ternyata efeknya sungguh dahsyat. Produk ini menjadi sangat laku karena ada beberapa artis yang mengunggah fotonya sambil memakan camilan ini. Mulai dari postingan itulah, kemudian menjadi viral dan menyebar ke seluruh pelosok tanah air. Terkait dengan harga camilannya yang melejit, owner sekaligus direktur ini menghimbau supaya konsumen dan pelanggan tidak usah khawatir. Sebab mereka akan menambah jumlah produksi untuk beberapa bulan ke depan. Menurutnya, hal ini merupakan prioritas dan sangat penting. Maka dari itu pengusaha Chandra Ekajaya membuka investasi bagi pengusaha lain untuk bekerjasama dengannya. Tentu saja tawaran ini tidak disia-siakan oleh para pebisnis, terutama pebisnis muda. Sebab mereka bisa mendapatkan keuntungan tanpa harus repot-repot memikirkan ide. Apalagi produk ini sudah mempunyai pasar yang besar. Terlebih para konsumen pun rela membayar dengan harga tinggi demi mendapatkannya.

Lahirkan Pengusaha Baru

Lahirkan Pengusaha Baru

Pengusaha dan pemerintah Indonesia saat ini sedang bekerja sama untuk mengentaskan kemiskinan di negeri Indonesia. Bentuk kerja sama ini menggunakan berbagai macam strategi dalam mencapai tujuannya. Goalnya adalah mengangkat derajat dan harkat manusia Indonesia melalui aktivitas ekonomi dan kesejahteraan. Para pengusaha ini mempunyai konsep bahwa ekonomi saat ini dipegang oleh para pengusaha. Mereka berkonsep bahwa industri hubungannya bukan dengan persaingan, melainkan kemitraan. Sehingga justru dengan banyak pengusaha yang muncul, terutama yang berasal dari industri kreatif, maka akan semakin banyak usaha yang maju. Para pengusaha ini berkomitmen untuk memunculkan dan melahirkan pengusaha baru demi memajukan perekonomian bangsa dan negara ini. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadikan program ini sebagai program unggulan. Sebab memang peran pengusaha sangat penting di era globalisasi seperti saat ini. Tetapi program ini belum dilaksanakan secara maksimal dan optimal. Sebenarnya para pengusaha sudah mempunyai konsep dan kurikulum untuk memunculkan pengusaha-pengusaha muda.

Lahirkan Pengusaha Baru 2

Salah satu pengusaha, yakni Chandra Ekajaya menyebutkan bahwa sebenarnya rakyat Indonesia mempunyai potensi yang sangat luar biasa. Baik dari segi sumber daya manusia dan sumber daya alam. Kebanyakan dari para calon pengusaha dan wirausahawan merasa tidak percaya diri dan gamang untuk memulai usaha. Hal ini disebabkan oleh berbagai macam faktor. Biasanya faktor tersebut meliputi modal dan keahlian serta kemampuan. Jadi mereka takut untuk melangkah. Inilah yang jadi ranah tugas dari pengusaha senior. Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa ia beserta rekan-rekan lainnya akan memfasilitasi masyarakat dengan memberikan pelatihan dan pembinaan secara intensif. Bahkan beberapa yang sudah menjajal mendirikan usaha pun sering terkendala beberapa faktor. Seringnya adalah permasalahan fasilitas. Jadi jiwa dan badan harus dilengkapi. Jiwa itu artinya sumber daya manusianya harus siap dan matang. Kemudian yang dimaksud dengan badan adalah fasilitas, sarana dan prasarana. Pengusaha tentu tidak dapat berjalan sendiri. Pemerintah tetap harus membuka lapangan usaha baru, supaya tenaga kerja dapat terserap. Selain itu kebutuhan sarana kerja pun harus dilengkapi supaya kerja maksimal.

Chandra Ekajaya Jadi Pemateri

Chandra Ekajaya Jadi Pemateri 2 - Chandra Ekajaya Jadi Pemateri

Pengusaha Chandra Ekajaya rela memberikan pelajaran tambahan untuk siswa sekolah dasar di wilayah pinggiran. Selain itu, ada pelatihan keterampilan. Anak-anak desa yang selama ini minim akses pengetahuan umum diajak bermimpi dengan menggantungkan cita-cita setinggi langit. Riuh rendah itu berasal dari Sekolah Dasar Inpres, Kabupaten Majalengka, Jumat  15 April lalu. Meskipun jam pelajaran sudah berakhir empat jam sebelumnya. Namun, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Ada 40 peserta ajar tanpa mengenakan seragam sedang belajar di dua kelas yang berdekatan itu. Pengajarnya bukan guru biasa, melainkan mahasiswa.

Chandra Ekajaya Jadi Pemateri

Pola mengajar terasa lebih santai, tapi para siswa tetap antusias dengan duduk tenang. Mereka bergantian mengangkat jari untuk antre berdiri di depan kelas. Satu per satu membacakan mimpi dan cita-citanya. Bahkan, seorang siswa sempat meneteskan air mata. Sontak guru perempuan berhijab menghampiri. Pengusaha Chandra Ekajaya menggelar program balai belajar desa di wilayah Bandung setiap hari Jumat dan Minggu. Pesertanya pelajar kelas V dan VI. Pendek kata, para siswa seolah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Balai belajar desa ini diadakan selama satu semester. Jika komunitas lain keliling dari satu lokasi ke lokasi lainnya, beliau menetap selama enam bulan. Kelompok pengusaha yang beranggotakan 18 orang, yang bernama Dunia Indah ini lebih condong memberikan pelatihan skilL Para siswa diajari membuat kerajinan tangan berbahan kain mori. Tak mau tanggung, pengusaha kerajinan tangan berbahan mori yang sukses berjualan online sengaja diundang untuk ikut mengajar. Chandra Ekajaya memberikan penjelasan bahwa kegiatan ini mempunyai tujuan untuk mengasah kreativitas anak-anak sekalian menanamkan jiwa berwirausaha,. Ia mengatakan bahwa kelas ini juga membuka kelas istimewa sebulan sekali. Kalangan praktisi diundang sebagai pemateri. Bulan lalu, dokter gigi diminta mengajar tentang kesehatan mulut. Pengetahuan siswa pun kian luas. Sebab lingkungan mereka di desa sehingga akses pengetahuannya terbatas, maka dari itu pengusaha diperlukan supaya mereka bisa memberdayakan potensi daerah untuk kesejahteraan masyarakat. Ini merupakan tindakan yang sangat mulia. Semoga bisa dicontoh oleh berbagai elemen.

 

 

 

Kisah Sukses Pendiri Gojek Nadim Makarim

Pendiri Gojek Nadim Makarim

GoJek adalah salah satu penyedia jasa transportasi yang sedang berkembang pesat saat ini, namun dibalik kesuksesan Gojek ada sosok pendiri di belakangnya yang bernama Nadiem Makarim yang menjadi pimpinan dan pendiri Gojek. Nadie Makarim lahir pada 4 Juli 1984. Karir pendirikan tergolong luar biasa mulai dari SMA di Singapura, pendidikan sarjana di International Relations di Brown University Amerika Serikat. Pendidikan Master di Harvard Business School merupakan jaminan kesuksesan Gojek.

Nadim Makarim pernah bekerja di sebuah perusahaan konsultan Mckinsey & Company, Managing Editor di Zalora Indonesia, Chief Innovation officer di kartuku. Berdasarkan pengalamannya di perusahaan tersebut Nadiem Makarim memberanikan diri untuk mendirikan GoJek. Saat ini Nadim Makarim menjadi CEO PT GoJek Indonesia. PT GoJek Indonesia merupakan Penyedia jasa transportasi ojek di Indonesia yang berkembang pesat dengan berbasis aplikasi di ponsel.

Nadiem Makarim merupakan salah satu orang yang hobi dan masih aktif menggunakan jasa ojek untuk pergi beraktifitas keika tidak menggunakan kendaraan sendiri. Image sebagai tukang ojek adalah penggunaan waktu yang tidak produktif, seperti mangkal dan menunggu penumpang. Saat di pangkalan ojek, pengemudi ojek harus bergiliran dengan pengemudi ojek lainnya. Disisi lain para pengguna ojek, juga merasa malas untuk berjalan mencari pangkalan ojek. Di kota-kota besar, orang lebih suka menggunakan taxi karena lebih mudah dicari.

Pendiri Gojek Nadim Makarim

Hal inilah yang menjadi salah satu faktor mendorong Nadiem untuk melakukan inovasi bagaimana cara menghubungkan pengendara ojek dengan calon pembelinya dengan lebih mudah dan cepat. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan ponsel. Pada awal berdirinya, tadinya Gojek hanya menggunakan sistem lewat telephone dan sms untuk melakukan order, namun kemudian dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang berkembang, dirinya memanfaatkanya dengan membuat aplikasi sebagai media order ojek.

Sekarang GoJek merupakan salah satu penyedia jasa transportasi terbesar di Indonesia dan telah membuktikan prestasi yang luar biasa, Gojek saat ini telah memiliki lebih dari 10 ribu supir ojek yang tergabung dalam GoJek. Bukan hanya mengantar penumpang saja, sekarang inovasi demi inovasi dihadirkan oleh Gojek, mulai dari order makanan, message atau pijat, bersih-bersih dan masih banyak lainya.

Sistem bisnis yang coba di jalankan oleh GoJek adalah skema bagi hasil dengan supir ojek. GoJek hanya mengambil sebagian 20% dan sisianya 80% adalah untuk pengendara ojek. GoJek juga memberikan fasilitas kepada supir berupa jaket, helm dan HP Android dan berbagai jaminan bagi pengemudi ojek sendiri.

Walaupun saat ini mulai bermunculan bisnis serupa namun Nadim optimis mampu bersaing dengan kompetitor bisnis. Salah satu kunci utama untuk tetap mampu bersaing adalah memberikan inovasi dan terobosan-terobosan terbaru agar pelanggan semakin nyaman dan tertarik ketika menggunakan jasa Gojek.

Nadim Makarim adalah salah satu pengusaha muda sukses di Indonesia, masih banyak cerita inspiratif bisnis lainya dari berbagai pengusaha sukses di Indonesia lainya seperti Chandra Ekajaya , Bob Sadino, Hary Tanoesoedibjo, Chairul Tanjung, Gibran Rakabuming Raka dan masih banyak pengusaha sukses lainya.

Chandra Ekajaya Bersyukur Pencapaian You and Me Fashion

Sukses Bisnis Fashion - Chandra Ekajaya Bersyukur Pencapaian You and Me Fashion

Kesuksesan memang milik siapa saja namun bukan bagi orang pemalas dan tidak mau bekerja keras. Sukses dibangun dengan kerja keras dan pantang menyerah, inilah yang dilakukan oleh Chandra Ekajaya pengusaha sukses yang melambungkan nama brand You and Me Fashion sebagai salah satu brnad fashion terkenal di Indonesia.

Chandra Ekajaya Bersyukur Pencapaian You and Me Fashion

Brand You and Me Fashion lahir dari keyakinan dan tekad dalam menapaki jalan bisnis. Bisnis bukan hanya sebagai pemanis dalam hidup, namun bagi Chandra Ekajaya bisnis berarti dedikasi, keseriusan dan banyak orang yang akan ikut terlibat dan berdampak kepada mereka termasuk keluarga. Bisnis yang dilakukan dirinya memang penuh dengan lika-liku dan halangan  hingga bisa sampai sekarang ini. Mulai dari nol, perjalanan yang tidak mudah bagi seseorang untuk mengembangkan dan bertahan dengan bisnis yang dijalani. Banyak orang yang pada saat titik itu memutuskan untuk menyerah namun berbeda dengan Chandra Ekajaya yang memilih jalan berbeda.

Chandra Ekajaya Bersyukur Pencapaian You and Me Fashion

Menjadi brand fashion terkenal dan sukses di Indonesia, pendapat dari berbisnis fashion melalui You and Me Fashion perbulanya bisa mencapai omzet ratusan juta rupiah bahkan miliaran rupiah tetap menjadikan dirinya pria rendah hati dan tidak sombong. Bagi dirinya kesuksesan seperti sekarang ini bukan hanya berkat kerja kerasnya semata, namun banyak pihak yang ikut andil dalam membangun You and Me Fashion hingga sampai sekarang ini. Pencapaian yang bisa dikatakan sangat mengagumkan dan fantastis membawa You and Me Fashion menjadi brand  terkemuka di Indonesia.

Dengan pencapaianya sampai saat ini, Chandra Ekajaya masih tetap bersyukur kepada tuhan atas segala karunia yang telah diberikan kepadanya. Dirinya ingin dalam bisnisnya bukan hanya menguntungkan dirinya saja melainkan juga bermanfaat bagi orang lain. Karena menurutnya keberhasilan bukan sebuah keberhasilan ketika keberhasilan tersebut tidak memberikan dampak bagi orang lain. Inilah yang selalu diyakini dirinya. Pencapaianya sampai sekarang ini tidak akan dirinya sia-siakan dan akan terus mengembangkan ke arah yang lebih baik lagi, banyak cita-cita dan harapan yang masih ingin dirinya capai dan gapai bukan hanya sampai seperti sekarang ini saja. Lakukan yang terbaik demi masa depan yang lebih cerah dan gemilang.

Kemitraan Industri Kecil Menengah

Industri Kecil Menengah

Pemerintah akan mewajibkan pasar modern bermitra dengan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kewajiban kemitraan tersebut akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) pelaksanaan Paket Kebijakan Ekonomi Pemerataan dan Berkeadilan.  Edy Putra Irawadi, Deputi Bidang Perniagaan dan Industri Kementerian Koordinator Perekonomian mengatakan, dalam rancangan Perpres, bentuk kewajiban kemitraan ditunjukkan dengan kepemilikan saham. “Misal 70% atau berapa milik sendiri, lainnya harus dimitrakan, pengaturan ini sebelumnya tidak ada,” iyamya, Kamis (13/4).   Selain pengaturan kewajiban tersebut, dalam rancangan Perpres pemerintah juga akan memperketat operasi pasar modern dan ritel. Pengetatan pertama akan dilakukan terhadap lokasi ritel modern yang tidak boleh berdekatan dengan pasar tradisional. Pengetatan kedua, wajib penggunaan dan penjualan produk dalam negeri yang lebih besar. Ketiga, pengetatan terhadap jam operasional, ujar Chandra Ekajaya pengusaha Q Pizza  Edy mengatakan, detail pengetatan dan kewajiban kemitraan tersebut saat ini masih terus dibahas.

Termasuk juga apakah aturan ini berlaku untuk seluruh jenis usaha ritel modem. “Selama ini, pengaturan sudah ada, cuma banyak pelanggaran, sanksinya juga tidak kuat, ini akan memperkuat,” katanya.  Namun sepertinya perumusan aturan khususnya yang berkaitan dengan kemitraan dan pembagian saham tidak akan mudah. Sebab Kementerian Perdagangan saat ini masih berbeda pendapat, tambah Chandra Ekajaya.  Sulit direalisasikan  Enggartiasto Lukito, Menteri Perdagangan bilang, kewajiban pembagian saham akan menimbulkan masalah dan dapat menyulut konflik. “Kalau memaksakan tidak bisa, bisnis itu. Mau tidak nikah sama orang yang tidak mau dengan kita, susah,” katanya.  Dia berharap aturan ini tidak menghambat perkembangan ritel modern. Sebab pemerintah ingin mendorong pertumbuhan ritel modern dan tradisional bersamaan.  Roy N Mandey, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu penjelasan dari pemerintah terkait kebijakan yang akan dikeluarkan untuk para pengusaha ritel tersebut. Aprindo meminta pemerintah bijak dalam menelurkan aturan baru agar bisnis ritel bisa tetap tumbuh. Ia juga meminta jangan pasar modem ssya yang diatur, tetapi juga pasar tradisional. “Kalau selalu ditekan, bagaimana pasar modem tumbuh dan berkontribusi bagi ekonomi,” katanya.

Chandra Ekajaya Gandeng Laudya

Chandra Ekajaya Gandeng Laudya - Chandra Ekajaya Gandeng Laudya

Chandra Ekajaya sangat sadar bahwa dunia keartisan memiliki risiko yang berat, yakni popularitas yang mungkin bisa surut kapan saja. Oleh karena itu, kini sejumlah artis ibukota memiliki tren membuka bisnis baru dengan berjualan oleh-oleh khas daerah tertentu. Seperti Malang Tremor yang dimiliki oleh artis sekaligus pengusaha, Chandra Ekajaya. Aktor yang memerankan tokoh Ki Sambarlangit ini memilih Kota Batu untuk membuka outlet oleh-oleh khas daerah sekitar tiga bulan lalu karena ia kerap pulang ke tanah kelahirannya. Apalagi dirinya juga mempunyai bisnis busana yang penggemarnya juga berasal dari Malang, Jawa Timur. Melihat kedekatan antara dirinya dan Kota Malang, akhirnya lelaki ini pun memilih Kota Apel sebagai tempat untuk membuka bisnis oleh-oleh tersebut. Ternyata antusias pengunjung terus meningkat hingga akhirnya buka cabang di kawasan Saringansari. Saat dijumpai di pembukaan outlet terbarunya, lelaki yang belum genap berusia 30 tahun ini merasa sangat bersyukur karena kreasi oleh-oleh khas daerah ternyata bisa diterima oleh masyarakat. Sebab ia membuka outlet di Malang adalah karena ia sering diundang ke Malang dan antusiasnya juga banyak karena itu untuk membuka bisnis ini pun ia memilih kota ini.

Chandra Ekajaya Gandeng Laudya 2

Ketika ditanya mengenai tren para artis yang kini bergelut dengan bisnis oleh-oleh daerah, Chandra Ekajaya kembali menuturkan jika dirinya memang terinspirasi oleh Teuku Cik Suko, adik iparnya yang lebih dulu buka outlet kue oleh-oleh khas dengan nama Malang Joger. Ia mengatakan bahwa sebenarnya bukan tren keartisannya tetapi ia ingin berkembang. Apalagi menjadi artis ada masanya. Jadi ia bekerja sama dengan teman-teman artis juga. Ia menyebut oleh-oleh kreasinya ini termasuk oleh-oleh kekinian karena kue khas Surabaya dipadukan dengan pastrpuf khas Afrika. Kemudian diberi aneka rasa seperti teh ijem, gedhang coklat, caramel, dan mint yang merupakan varian terbaru. Untuk menggaet ke rasa penikmat jajanan, pengusaha Chandra Ekajaya juga mempunyai strategi khusus dengan melayani sendiri para pembelinya. Bahkan tak jarang juga menggandeng artis lain seperti yang dilakukannya kemarin dengan mengajak artis cantik Laudya Chyntia Bella untuk bersama-sama melayani pembeli yang telah antre.

Chandra Ekajaya Baca Buku Bisnis

Chandra Ekajaya Baca Buku Bisnis

Pengusaha Chandra Ekajaya adalah seorang pebisnis yang mengatakan bahwa bisnis yang ia jalani sangat baik. Salah satu buktinya adalah bisnisnya diakui oleh bank, karena telah menjadi sektor bisnis yang terpercaya. Dengan begitu ia bisa mengambil kredit untuk meningkatkan usahanya. Awal mula ia menjalani bisnis karena didorong temannya untuk membaca buku pebisnis sukses Indonesia. Buku itu direkomendasikan oleh salah seorang temannya. Meskipun terlihat sepele tetapi buku itu mampu menjadi referensi yang menuntun dirinya memahami struktur keuangan dalam sebuah perusahaan. Menurut pengakuannya ia memang lebih tertarik pada bab terakhir pada buku tersebut, yakni tentang pengusaha dan bankir yang berbagi pengalaman. Misalnya, role model pria asal Malang, Jawa Timur selama Ini adalah sosok Bob Sadino. Kata-kata yang ia sampaikan dalam buku tersebut mampu memotivasinya dalam beberapa hal di bidang bisnis. Beberapa poin penting yang mampu mendorong dirinya dari buku itu adalah ekonomi harus selalu mapan, jika tidak mapan, lanjutnya, bagaimana seorang pebisnis bisa berbagi ke sesama yang membutuhkan.

Chandra Ekajaya Buku Bisnis

Bagi Chandra Ekajaya, menjadi pengusaha adalah menjadi kaya untuk membantu sesama. Sehingga banyak orang yang bisa dibantu. Misalnya dengan menciptakan lapangan sehingga ekonomi masyarakat sekitar meningkat. Supaya hal itu terwujud, maka pengusaha harus mempunyai kekuatan atau power. Dalam buku itu disebutkan bahwa untuk menjadi seorang yang powerfull maka ia harus menjadi CEO di perusahaannya sendiri, dan menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Sehingga tidak hanya memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain, tetapi ilmu dan pendidikan baik nonformal dan formal ke pegawai. Sehingga membuat pegawai menjadi lebih pintar dan loyal kepada perusahaan tempat mereka bekerja. Adapun hal lain yang dipelajari oleh pengusaha Chandra Ekajaya dari buku tersebut adalah dirinya harus memahami tanah mana yang subur dan tidak, artinya apa yang dibutuhkan masyarakat harus dimengerti oleh pengusaha tersebut. Kemudian hal lain yang dicari adalah keunikan atau perbanyak referensi untuk produk yang dikelola, kemudian lakukan inovasi, serta dipublikasikan selebar-lebarnya agar masyarakat luas tahu usaha yang dijalani.

 

Jamu Manjur Olahan Chandra Ekajaya Berkat Purwoceng

Jamu atau yang disebut sebagai obat tradisional menjadi salah satu minuman kesehatan yang sampai sekarang masih diminati oleh sebagian besar masyrakat Indonesia. Berbagai ramuan khas tradisional mampu dibuat dan diracikan dan dijadikan sebagai jamu, bahanya pun bisa dipastikan berasal dari tanamn-tanaman berkhasiat tanpa campuran bahan kimia sama sekali. Salah satu yang menjadi jamu atau minuman herbal karya Chandra Ekajaya adalah purwoceng.

Jamu Manjur Olahan Chandra Ekajaya Berkat Purwoceng

Tumbuhan yang tumbuh di dataran tinggi dieng ini menjadi salah satu minuman herbal yang bisadibilang sangat digemari oleh sebagian besar kalangan dan kaum pria khususunya karena khasiat yang ada di dalamnya. Kandungan dan mitos yang berkembang bahwa minuman atau jamu yang berasal dari purwoceng mampu membuat badan hangat dan ada satu khasiat yang membuat para pria memburu minuman ini untuk dikonsumsi yaitu bisa menambah vitalitas atau gairah pria.

Kali ini jamu yang berkhasiat itu adalah racikan  dan dibuat oleh pengusaha minuman purwoceng di Indonesia yaitu Chandra Ekajaya. Pria kelahiran Malang Jawa Timur ini sukses memberikan khasiat di dalam minuman yang sangat mujarab ini. Kandungan dari purwoceng menurut penelitian yang sudah dilakukan banyak sekali alkaloid, flavonoia dan polifenol yang terdiri dari limonea, anisketone, asam kafeat dan stigmasterol. Porwoceng juga mengandung banyak mineral antara lain : Fosfor (0,70%), Kalium (4,53%), Sulfur (0,52%), Kalsium (1,90%), Magnesium (0,27% ), Seng (79,83ppm).

Kandungan yang terkandung dalam purwoceng sendiri menurut Chandra Ekajaya yang mengutip dari penelitan yang dilakukan oleh IPB menyebutkan bahwa kandungan tersebut memiliki khasiat dapat menambah dan meningkatkan stamina.

Jamu Manjur Olahan Chandra Ekajaya Berkat Purwoceng

Itulah sebabnya kenapa Chandra Ekajaya menjadikan purwoceng sebagai salah satu komoditi dagang yang dijual oleh dirinya. Dirinya ingin memberikan referensi minuman penambah stamina namun tidak menggunakan bahan kimia atau kata lain yaitu membuat minuman herbal. Alhasil, bisnisnya kini berkembang dengan pesat dan mampu menjadikanya sebagai salah satu pengusaha sukses dari purwoceng. Setiap bulanya saja dari penjualan purwoceng di berbagai outlet dan minimarket yang menjadi mitra berbisnis, dirinya mampu menghasilkan atau meraup keuntungan hingga mencapai puluhan juta rupiah setiap bulanya. Keuntungan ini bisa semakin bertambah ketika permintaan dari pasar sedang mengalami peningkatan.

Pengusaha Chandra Ekajaya Pariwisata Rugi Ratusan Juta

Chandra Ekajaya

 

Diperkirakan ratusan juta rupiah kerugian dialami para pengusaha pariwisata di Kabupaten Samosir secara khusus di Kecamatan Simanindo pascapadamnya listrik selama satu hari pada Sabtu (8/4) kemarin.

“Kami dan para pengusaha baik pengusaha perhotelan, penginapan serta restau-ran mengalami kerugian sampai ratusan juta rupiah, karena sejak Sabtu, Samosir gelap gulita tanpa aliran listrik,” ujar Moni-ka Ambarita pengusaha Hotel Pulo Mas, Minggu (9/4).

Ia juga menjelaskan, beberapa pengunjung dan tamu mengurungkan niatnya untuk menginap di Tuktuk Siadong dan memilih kembali ke Kota Parapat. Sebab, waktu padamnya listrik sangat lama.

“Yang pasti selaku pengusaha kami sangat kecewa dengan pemerintah dan dengan PLN, karena hampir setiap hari terjadi pemadaman. Dan, pemadaman kali ini cukup lama sejak kemarin,” tambahnya.

Pemerintah diakuinya, harus bisa mendukung terus peran para pelaku pariwisata secara khusus di kawasan Kecamatan Simanindo dengan meminta PLN serius mengurangi pemadaman listrik, apalagi geliat pertumbuhan pariwisata mulai dikumandangkan di Danau Toba. Sementara itu, Kepala PLN Ranting Pangururan, P. Ambarita yang dihubungi mengatakan, pemadaman terjadi atas diakibatkan terbakarnya kabel tanam di tiang 1 Gardu Induk Tele dan masih membutuhkan waktu untuk perbaikan karena menunggu alat didatangkan dari Pematang Siantar. Hingga saat ini pemadaman arus listrik tidak kunjungberakhiratau menyala kembali. Beberapa pengusaha menggunakan mesin genset seperti warnet untuk tetap melanjutkan komunikasi.

Dengan adanya kurang memuaskannya kinerja fasilitas pemerintah, tentu hal tersebut akan berdampak pada mundurnya tujuan yang akan dicapai, ujar pengusaha muda Chandra Ekajaya. Pembangunan infrastruktur juga diperlukan sebagai pendukung adanya brand wisata dalam sebuah daerah, karena hal tersebut yang menjadi magnet para wisatawan dalam memberikan nilai lebih. Dengan adanya kejadian tersebut pada akhirnya menilai bahwa pemerintah belum siap untuk menaikkan sektor wisata Indonesia di mata dunia. Kasus tersebut pun ternyata tak hanya terjadi di daerah tersebut tapi daerah-daerah lainnya yang memiliki potensi wisata serupa. Sebelumnya di daerah X juga pernah terjadi kasus serupa, dimana saat itu terjadi pemadaman listrik di daerah-daerah tersebut.