Yohanes Chandra Ekajaya Meraup Gurihnya Rupiah Lewat Nasi Bakar

Yohanes Chandra Ekajaya Nasi Bakar Lezat

Yohanes Chandra Ekajaya dikenal sebagai sosok sukses di balik kesuksesan nasi bakaryang dikenal oleh para pecinta kuliner ini. Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini dikenal sebagai sosok yang sukses lewat sebuah usaha berupa nasi bakar yang diberi nama “Nasi bakar Cak Eka”. Dengan perpaduan nasi putih dan siraman kuah kuning dan dibungkus dalam selembar daun pisang kemudian dibakar di atas tungku arang ini memang sedang hits di kalangan para netizen.

Varian rasa nasi bakar yang ditawarkan oleh Yohanes Chandra Ekajaya pun tergolong sangat inovatif, ada nasi bakar cumi, nasi bakar udang, nasi bakar daging ayam, dan nasi bakar pedas. Tak heran, berkat kreasi Yohanes Chandra Ekajaya ia pun berhasil meraup omzet hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya dari bisnisnya tersebut.

Yohanes Chandra Ekajaya Nasi Bakar Ayam

Bakat berdagangnya memang mengalir dalam diri Yohanes Chandra Ekajaya yang diceritakan merupakan warisan keluarga yang memiliki usaha soto di daerah Jawa Timur. Pada tahun 2004, lelaki kelahiran Malang pada 1980 ini memutuskan untuk merintis usaha kuliner dan nasi bakar menjadi salah satu pilihan bisnisnya.

Yohanes chandra Ekajaya Nasi Bakar Cumi

Dengan nama Nasi bakar Cak Eka, Yohanes Chandra Ekajaya menjual menu nasi bakarnya berkisar Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu. Beberapa varian rasanya seperti nasi bakar dengan tambahan isi ayam bumbu kuning, tumisan cumi hitam dan sebagainya.

Yohanes Chandra Ekajaya Olahan Nasi Bakar

Agar semakin dikenal, Yohanes Chandra Ekajaya mengandalkan promosi sederhana, dimana setiap harinya mampu meraup omzet yang sangat fantastis. Pada akhir pekan, Yohanes Chandra Ekajaya mampu mengantongi pendapatan yang lebih besar yaitu sekitar Rp 5 Juta. Jika dihitung dalam pendapatan per bulan, setidaknya omzet nasi bakarnya tersebut mencapai Rp 150 juta. Rata-rata keuntungan bersih yang dikumpulkan Yohanes Chandra Ekajaya mencapai 50% yaitu Rp 75 juta. Ke depan, Yohanes Chandra Ekajaya akan mengembangkan produk menunya agar dapat diterima oleh para pecinta kuliner maupun para konsumen yang gandrung dengan masakan tradisional tersebut.

Yohanes Chandra Ekajaya Inovasi Kemplang Pembawa Uang

pengusaha yohanes chandra ekajaya ide baru

inovasi pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Yohanes Chandra Ekajaya adalah seorang pebisnis dan pengusaha muda sukses di Indonesia. Berbagai macam jenis bisnis sudah dia geluti. Mulai dari bisnis fashion, kuliner dan juga jasa. Kali ini pria yang sering disapa Chandra kembali membuka bisnis terbarunya di bidang kuliner. Pilihanya jatuh pada usaha kerupuk kemplang khas Palembang.

Kerupuk kemplang sendiri merupakan makanan khas kota Palembang yang sudah tidak asing lagi di telingan pecinta kuliner. Saat ini banyak olahan kerupuk kemplang dengan ragam inovasi yang tersedia di pasaran.

Potensi pasar inilah yang coba di kembangkan oleh Yohanes Chandra Ekajaya, Chandra mengatakan bisnis ini muncul akan kegemaranya memakan kerupuk kemplang. Dahulu dia selalu dibawakan oleh teman nya yang berasal dari Palembang sebagai oleh-oleh.

Mulai lah di tahun 2009 dia membuka bisnis kerupuk kemplang miliknya. Melihat potensi pasar yang sangat luas dan terbuka lebar. Yohanes Chandra Ekajaya pun bukan hanya membuat kerupuk kemplang dengan cita rasa original, namun mencoba untuk memberikan sentuhan inovasi berbeda pasa produk olahanya dengan memberikan berbagai macam bahan baku, mulai dari dari sayuran, yakni wortel dan seledri. Ide ini di dapat tak sembarangan, kemplang dari sayuran ini didapatnya saat mengikuti pelatihan perindustrian Balitbangnovda selama seminggu. Alhasil perkembangan bisnis kerupuk emplang nya pun semakin maju pesat.

pengusaha yohanes chandra ekajaya ide baru

Dengan bantuan para pekerjanya sekitar 20 karyawan, kini kerupuk kemplang olahanya memiliki varian rasa dari original, bombay, wortel, seledri dengan 14 jenis kerupuk, seperti batok, bulat, sangku, kuncit, pisang atau kipas, serta anggur. Ia pun pernah mencoba inovasi dengan tepung semacam barbeque dan jagung bakar.

Produksi setiap harinya bisa mencapai 50-60kg kerupuk dengan omset yang bisa diraup mencapai Rp. 1,5juta hingga 3juta per harinya. Hitung-hitungan bersihnya setiap bulan Yohanes Chandra Ekajaya mamapu mengantongi keuntungan hingga Rp. 40-50juta pr bulanya.

Pemasaran yang dilakukan dengan menitipkan produk kerupuk kemplangnya di toko oleh-oleh yang ada di seluruh Palembang, serta membuka beberapa store di kawasan kota Palembang. Tak hanya itu seiring perkembangan internet Yohanes Chandra Ekajaya giat memasarkan kerupuk kemplang nya melalui media online berupa sosial media atau website.

Dirinya sangat senang karena bukan hanya mendaptkan keuntungan sematan, namun usahanya ini mampu menyerap pekerja dari lingkunganya yang tadinya menganggur menjadi bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan.

Yohanes Chandra Ekajaya Bisnis Fashion Tas Jadi Andalan Raup Keuntungan

Yohanes Chandra Ekajaya Bisnis Fashion Tas Jadi Andalan Raup Keuntungan - Yohanes Chandra Ekajaya Bisnis Fashion Tas Jadi Andalan Raup Keuntungan

Yohanes Chandra Ekajaya meskipun sudah memilik berbagai jenis usaha, Yohanes Chandra Ekajaya masih giat untuk membuka bisnisnya yang lain. Pria yang dikenal ulet dan pekerja keras ini, memiliki ketertarikan akan dunia bisnis yang sangat besar. Tiada hari tanpa kesibukan berbisnis.

Yohanes Chandra Ekajaya Bisnis Fashion Tas Jadi Andalan Raup Keuntungan 300x225 - Yohanes Chandra Ekajaya Bisnis Fashion Tas Jadi Andalan Raup Keuntungan

Berbagai pengalaman bisnis yang pernah ditekuni Yohanes Chandra Ekajaya ternyata membawa dia untuk menjejaki bisnis fashion. Peluang akan bisnis fashion di Indonesia yang maju pesat diambil sebagai peluang bisnis yang menggiurkan, sehingga terpikir untuk memulai bisnis Tas. Melakukan riste awal terlebih dahulu, mendapatkan hasi bahwa masih belum ada produsen Tas yang membuat tas dengan berbahan dasar dry denim. Dry denim sendiri merupakan bahan kain jins mentah. yang membentuk corak dan warna unik sebelum pencucian pertama kali. “Jadi, semakin lama dipakai, justru makin keren. Tas itu, kan, juga jarang dicuci,” jelas Yohanes Chandra Ekajaya.

Yohanes Chandra Ekajaya Bisnis Fashion Tas 300x225 - Yohanes Chandra Ekajaya Bisnis Fashion Tas Jadi Andalan Raup Keuntungan

Dengan modal awal yang dimiliki saat itu hanya 1juta rupiah itupun berasal dari tabunganya yang dia kumpulkan dengan susah payah. Tas yang dibuat pun masih sedikit, tas ransel buatan pertamanya itu dijual di lingkungan terdekatnya terlebih dahulu. Desainya pun masih tergolong simple. Ternyata teman-temanya menyukai tas hasil produksi Yohanes Chandra Ekajaya. Mulai dari situlah semakin berkembang dan permintaan semakin bertambah.

Tapi setelah beberapa tahun berjalan, permintaan pasar semakin lemah. Yohanes Chandra Ekajaya mulai berpikir tentang desain dan konsep baru tentang prouduk tas nya. Beragam desain baru dan unik mulai dia buat agar menarik minat pembeli. Dalam membuat Tas nya, Yohanes Chandra Ekajaya memang tak membuat sendiri produknya. Dia mengajak penjahit langganannya menjadi pemasok tas. “Jadi, saya hanya menunjukkan bahan dan model, lantas penjahit itulah yang membuat tas sekaligus mencari bahan dan aksesori-nya,” ujar dia.

Tak hanya bahan dari dry denim yang diproduksi, produknya pun juga merambah bahan jeans jenis lainya seperti jeans japan dan cordura. Variasi ini diharapkan mampu semakin menambah varian produknya sehingga tidak menyebabkan kebosanan kapada konsumen karena ada banyak pilihan lainya.

Harga tas produksi Yohanes Chandra Ekajaya sangat terjangku di kantong, mulai dari harga Rp. 200 – 400 ribu berbeda tiap desain nya. Harga ini dirasa sangat terjangkau dan murah melihat kualitas tas nya yang sangat baik dan mampu bersaing dengan brand-brand mahal lainya.

Pemasaran produknya pun sudah sangat luas, mulai dari department store, dan outlet yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Produknya pun dapat dibeli melalui online store. Media yang digunakan untuk pemasaran melalui onlin store sangat beragam mulai dari instagram, twitter, facebook dan juga membuat website sendiri untuk menjual produk dan memperkenalkan produk baik produk baru maupun produk lama.

Yohanes Chandra Ekajaya dan Pedasnya Bisnis Makaroni

pengusaha makaroni J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

 

pengusaha makaroni J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Yohanes Chandra Ekajaya di kancah dunia bisnis Indonesia barangkali tak begitu dikenal. Memang sosok pebisnis muda satu ini ini dapat dikatakan masih baru dalam menggeluti profesinya sebagai seorang pengusaha. Berhasil meraup Rp 30 juta untuk sehari dari bisnis kuliner yang baru-baru ini ia kelola, Yohanes Chandra Ekajaya dapat dikatakan sebagai salah satu pengusaha muda sukses yang berhasil lewat bisnis di bidang kuliner. Yohanes Chandra Ekajaya adalah pengusaha yang membuka bisnisnya tersebut berupa makaroni. Dengan nama makaroni sembur, Yohanes Chandra Ekajaya memang telah berinovasi meracik makaranoni yang sangat pedas.

Bagi Yohanes Chandra Ekajaya berjualan makanan kecil bukan alasannya untuk berkecil hati. Justru dari sinilah Yohanes Chandra Ekajaya mendapatkan berbagai macam ide brilian dan terus mengembangkan setkor bisnisnya. Awal mula Yohanes Chandra Ekajaya berbisnis, ia terinspirasi dari makanan yang selalu dibuat oleh Ibunya di saaat lebaran. Seringnya menikmati makaroni, Yohanes Chandra Ekajaya berinisiatif untuk membuat makanan tersebut dengan cita rasa yang sesuai dengan lidah orang Indonesia yaitu cita rasa pedas.

pengusaha muda yohanes chandra ekajaya bisnis makaroni

Kini, lewat bisnis makaranoi jancuk yang ia dirikan , Yohanes Chandra Ekajaya   berhasil membuka peluang kerja untuk 90 lebih karyawan yang dipekerjakan di perusahaannya. Sampai saat ini bisnis makaroni yang ia kelola telah memiliki sekitar 9 cabang yang masing-masing cabangnya tersebut terdiri dari 10 crew.

Yohanes Chandra Ekajaya mengaku tidak main-main dalam berbisnis. Begitupula hasil yang didapatkannya tersebut berhasil mendapatkan omzet sekitar Rp 4 hingga Rp 5 juta perhari. Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan bahwa ada yang unik dari sistem penggajian yang diterapkan oleh Yohanes Chandra Ekajaya. Kini Yohanes Chandra Ekajaya telah berhasil meraih omzet sebulan dengan Rp 120 juta.

Berbagai macam menu dan level kepedasan membuat Yohanes Chandra Ekajaya meraup untung dari bisnis makanan ringan tersebut. Ke depan, meski Yohanes Chandra Ekajaya telah sukses membuka bisnis tersebut, ia pun meyadari bahwa persaingan semakin tinggi. Oleh sebab itu, ia pun merancang berbagai strategi khususnya dalam pembentukan kualitas produk, layanan, serta strategi pemasaran yang lebih menarik.

Yohanes Chandra Ekajaya dan Nikmatnya Keuntungan dari Tahu Gimbal

pengusaha yohanes chandra ekajaya rambah bisnis tahu gimbal

pengusaha tahu gimbal J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Yohanes Chandra Ekajaya dikenal sebeagai salah satu pengusaha muda sukses yang membuka sebuah bisnis berupa tahu gimbal. Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini menawarkan sebuah konsep kuliner yang sangat menarik. Ia meyakini bahwa kunci suksesnya adalah kepercayaan dan kekeluargaan dengan mitra kerjanya. Mengedepankan kualitas produk, Yohanes Chandra Ekajaya tak memungkiri bahwa keberhasilan usaha warung tahu gimbal miliknua bukan sematan karena konsep kekeluargaan yang dapat dipakai. Akan tetapi dikarenakan faktor kualitas dari produknya. Pilihan tahu gimbal sebagai produk bisnisnya buka tanpa alasan karena makanan tersebut merupakan makanana asli Jawa Tengah yang banyak memiliki penggemar.

Yohanes Chandra Ekajaya  menambahkan bahwa ia juga memberikan menu lain seperti Soto Perahu, Cendol Hitam, dan sebagainya. Semua menu tersebut memang disajikan dengan cara mengedepankan kualitas, higienitas, dan kesehatan. Tanpa pemanis, pewarna, pengawet, dan perasa, Yohanes Chandra Ekajaya  membranding tahu gimbal dengan kualitas yang terjamin.

Sekitar tahun 2009, Yohanes Chandra Ekajaya mengawali bisnis tahu gimbanya tersebut dan kini ia telah sukses membuka bisnisnya tersebut dengan omzet ratusan juta rupiah. Meski hanya memiliki dua cabang, Yohanes Chandra Ekajaya mengaku bahwa setiap harinya sekitar 400 hingga 500 orang rata-rata menjadi pengunjungnya. Jumlah tersebut belum dihitung dengan pengunjung pada hari libur.

pengusaha yohanes chandra ekajaya rambah bisnis tahu gimbal

Setiap harinya Yohanes Chandra Ekajaya mendapatkan omzet antara Rp 6 juta hingga Rp 8 juta. Tak disangka, maka setiap bulannya Yohanes Chandra Ekajaya   mendapatkan omzet berkisar Rp 180 juta hingga Rp 240 Juta untuk tiap bulannya. Kini, Yohanes Chandra Ekajaya tergolong sebagai orang mapan setelah lebih dari 20 tahun bekerja sebagai superviso di perusahaan nasional.

Yohanes Chandra Ekajaya mengaku bahwa nantinya ia harus mengembangkan kualitas produk, layanan, dan strategi marketing. Yohanes Chandra Ekajaya juga lantas menceritakan bahwa keberhasilan yang ia peroleh sekarang bukan tanpa usaha. Jatuh bangun menjalankan bisnis kuliner yang sejatinya bukan bidang yang dia pelajari di bangku sekolah yang ia rasakan.

Ke depan, Yohanes Chandra Ekajaya akan meningkat bisnisnya tersebut. Meski sukses, Yohanes Chandra Ekajaya  juga kerap berbagai kepada para generasi muda yang tengah menekuni dunia bisnis.