Yohanes Chandra Ekajaya Nikmati Manisnya Bisnis Kue Keju

 

Yohanes Chandra Ekajaya Kue Keju

Yohanes Chandra Ekajaya rela melepaskan karirnya sebagai penjaga palang pintu kereta. Dengan keyakinan dan tekad yang kuat, akhirnya lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur tersebut berhasil mengembangkan sebuah bisnis kuliner bernama Keju Gue yang unik dalam kemasan sebuah toples selai yang sangat cantik.

Yohanes Chandra Ekajaya Keju

Dengan ketekunan dan ketelatenan, Yohanes Chandra Ekajaya menciptakan sebuah bisnis kuliner tersebut yang diracik dengan bumbu yang tepat. Dengan cita rasa yang sangat pas, produk dari Yohanes Chandra Ekajaya memang digandrungi tak hanya bagi kalangan anak-anak justru kalangan dewasa menjadi konsumen tetap dalam penjualan produk-produknya.

Setelah masa pengembangan dan uji coba, lahirnya produk kue keju tersebut hadir dengan beraneka pilihan rasa seperti oreo, silverqueen, greentea, ovomaltine, blueberry, raspberry dan sebagainya.

Yohanes Chandra Ekajaya Variasi Kue Keju

Selain fokus pada aspek visual dan kemasan, Yohanes Chandra Ekajaya juga fokus pada kualitas produk yang berkualitas. Mulai dari pemilihan bahan hingga proses pengolahan, kualitas produk menjadi nilai lebih yang terus dipertahankan. Setiap produknya tersebut bebas dari bahan merugikan seperti pengawet dan pewarna buatan.

Kelebihan lain dari produk-produknya tersebut terletak dari sisi kepraktisan dan daya tahan. Sajian roti keju dengan aneka rasa dapat dinikmati dengan mudah kapanpun dan dimanapun meski dalam padatnya aktivitas warga perkotaan,

Yohanes Chandra Ekajaya Kue Keju Aneka Rasa

Kini, Yohanes Chandra Ekajaya menyatakan telah rutin memasarkan produknya hampir ke beberapa kota besar dan daerah bahkan ke luar negeri. Dalam satu bulan, Yohanes Chandra Ekajaya telah menjual sekitar 1000 lebih produk dengan harga Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu untuk setiap produknya. Omzetnya pun rata-rata mencapai Rp 25 juta hingga Rp 35 juta untuk setiap bulannya.

Selain menjual dengan strategi mulut ke mulut, Yohanes Chandra Ekajaya juga melakukan penetrasi dengan memasarkan produknya via media sosial. Yohanes Chandra Ekajaya juga menawarkan kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi reseller dalam memasarkan produk buatan Yohanes Chandra Ekajaya. Meski telah meraup untung puluhan juta, Yohanes Chandra Ekajaya terus mengembangkan bisnisnya baik secara varian rasa sampai pada kemasan yang diharapkan mampu menjangkau pasar dengan lebih luas.

Yohanes Chandra Ekajaya Merubah Kentang Menjadi Donat

Salah satu makanan dimana prosesnya melalu cara digoreng dan memiliki lobang pada bagian tengahnya, donat namanya. Yohanes Chandra Ekajaya sering kali menyajikan donan dipagi hari sebagai teman minum teh sembari menikmati liburan weekend.

Yohanes Chandra Ekajaya Donat Kentang
Menurut Yohanes Chandra Ekajaya membuat donat sangatlah mudah dan bahan-bahanya pun cukup mudah didapat dipasar. Pada kesempatan pagi hari ini Yohanes Chandra Ekajaya akan sedikit berbagi resep membuat kentang dengan mengunakan bahan dasar kentang, berikut ini bahan-bahan yang dibutuhkan beserta caranya.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat donat kentang:
– Tepung terigu 1kg.
– 4 butir telur ayam.
– 500 gram kentang dikukus kemudian dihaluskan
– 200 gram mentega.
– 4 sendok ragi instan.
– Gula halus 150 gram.
– Susu bubuk 150 gram.
– Garam 1 sendok teh.
– Air es 200 ml.

Cara membuat donat kentang:

Campurkan semua adonan donat menjadi satu kecuali air dan minyak aduk        hingga merata kemudian setalah itu baru tuangkan air sedikit demi sedikit      sambil diuleni dengan tangan hingga adonan kalis.
Bulatkan adonan kemudian diamkan selama 1 jam dalam keadaan tertutup  rapat, kemduian uleni kembali adonan lalu bagi adonan secukupnya.
Bulatkan menyerupai cincin lalu goreng dengan minyak diatas api sedang  sampai berwarna kecoklatan dan matang kemudian angkat.
Gulingkan donat dalam keadaan panas diatas tepung gula, doat kentang siap  untuk disajikan.

Yohanes Chandra Ekajaya Adonan Donat Kentang

Yohanes Chandra Ekajaya Membuat donat Kentang

Demikian cara Yohanes Chandra Ekajaya membuat donat kentang, semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian yang ingin membuat sajian dipagi hari yang cukup lezat dan bergisi. Agar tampak rapi apabila memiliki cetakan kue dapat digunakan untuk membuat bulatan donat nampak cantik dan bulatnya rapih.

Yohanes Chandra Ekajaya Meraup Gurihnya Rupiah Lewat Nasi Bakar

Yohanes Chandra Ekajaya Nasi Bakar Lezat

Yohanes Chandra Ekajaya dikenal sebagai sosok sukses di balik kesuksesan nasi bakaryang dikenal oleh para pecinta kuliner ini. Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini dikenal sebagai sosok yang sukses lewat sebuah usaha berupa nasi bakar yang diberi nama “Nasi bakar Cak Eka”. Dengan perpaduan nasi putih dan siraman kuah kuning dan dibungkus dalam selembar daun pisang kemudian dibakar di atas tungku arang ini memang sedang hits di kalangan para netizen.

Varian rasa nasi bakar yang ditawarkan oleh Yohanes Chandra Ekajaya pun tergolong sangat inovatif, ada nasi bakar cumi, nasi bakar udang, nasi bakar daging ayam, dan nasi bakar pedas. Tak heran, berkat kreasi Yohanes Chandra Ekajaya ia pun berhasil meraup omzet hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya dari bisnisnya tersebut.

Yohanes Chandra Ekajaya Nasi Bakar Ayam

Bakat berdagangnya memang mengalir dalam diri Yohanes Chandra Ekajaya yang diceritakan merupakan warisan keluarga yang memiliki usaha soto di daerah Jawa Timur. Pada tahun 2004, lelaki kelahiran Malang pada 1980 ini memutuskan untuk merintis usaha kuliner dan nasi bakar menjadi salah satu pilihan bisnisnya.

Yohanes chandra Ekajaya Nasi Bakar Cumi

Dengan nama Nasi bakar Cak Eka, Yohanes Chandra Ekajaya menjual menu nasi bakarnya berkisar Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu. Beberapa varian rasanya seperti nasi bakar dengan tambahan isi ayam bumbu kuning, tumisan cumi hitam dan sebagainya.

Yohanes Chandra Ekajaya Olahan Nasi Bakar

Agar semakin dikenal, Yohanes Chandra Ekajaya mengandalkan promosi sederhana, dimana setiap harinya mampu meraup omzet yang sangat fantastis. Pada akhir pekan, Yohanes Chandra Ekajaya mampu mengantongi pendapatan yang lebih besar yaitu sekitar Rp 5 Juta. Jika dihitung dalam pendapatan per bulan, setidaknya omzet nasi bakarnya tersebut mencapai Rp 150 juta. Rata-rata keuntungan bersih yang dikumpulkan Yohanes Chandra Ekajaya mencapai 50% yaitu Rp 75 juta. Ke depan, Yohanes Chandra Ekajaya akan mengembangkan produk menunya agar dapat diterima oleh para pecinta kuliner maupun para konsumen yang gandrung dengan masakan tradisional tersebut.

Yohanes Chandra Ekajaya dan Pedasnya Bisnis Makaroni

pengusaha makaroni J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

 

pengusaha makaroni J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Yohanes Chandra Ekajaya di kancah dunia bisnis Indonesia barangkali tak begitu dikenal. Memang sosok pebisnis muda satu ini ini dapat dikatakan masih baru dalam menggeluti profesinya sebagai seorang pengusaha. Berhasil meraup Rp 30 juta untuk sehari dari bisnis kuliner yang baru-baru ini ia kelola, Yohanes Chandra Ekajaya dapat dikatakan sebagai salah satu pengusaha muda sukses yang berhasil lewat bisnis di bidang kuliner. Yohanes Chandra Ekajaya adalah pengusaha yang membuka bisnisnya tersebut berupa makaroni. Dengan nama makaroni sembur, Yohanes Chandra Ekajaya memang telah berinovasi meracik makaranoni yang sangat pedas.

Bagi Yohanes Chandra Ekajaya berjualan makanan kecil bukan alasannya untuk berkecil hati. Justru dari sinilah Yohanes Chandra Ekajaya mendapatkan berbagai macam ide brilian dan terus mengembangkan setkor bisnisnya. Awal mula Yohanes Chandra Ekajaya berbisnis, ia terinspirasi dari makanan yang selalu dibuat oleh Ibunya di saaat lebaran. Seringnya menikmati makaroni, Yohanes Chandra Ekajaya berinisiatif untuk membuat makanan tersebut dengan cita rasa yang sesuai dengan lidah orang Indonesia yaitu cita rasa pedas.

pengusaha muda yohanes chandra ekajaya bisnis makaroni

Kini, lewat bisnis makaranoi jancuk yang ia dirikan , Yohanes Chandra Ekajaya   berhasil membuka peluang kerja untuk 90 lebih karyawan yang dipekerjakan di perusahaannya. Sampai saat ini bisnis makaroni yang ia kelola telah memiliki sekitar 9 cabang yang masing-masing cabangnya tersebut terdiri dari 10 crew.

Yohanes Chandra Ekajaya mengaku tidak main-main dalam berbisnis. Begitupula hasil yang didapatkannya tersebut berhasil mendapatkan omzet sekitar Rp 4 hingga Rp 5 juta perhari. Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan bahwa ada yang unik dari sistem penggajian yang diterapkan oleh Yohanes Chandra Ekajaya. Kini Yohanes Chandra Ekajaya telah berhasil meraih omzet sebulan dengan Rp 120 juta.

Berbagai macam menu dan level kepedasan membuat Yohanes Chandra Ekajaya meraup untung dari bisnis makanan ringan tersebut. Ke depan, meski Yohanes Chandra Ekajaya telah sukses membuka bisnis tersebut, ia pun meyadari bahwa persaingan semakin tinggi. Oleh sebab itu, ia pun merancang berbagai strategi khususnya dalam pembentukan kualitas produk, layanan, serta strategi pemasaran yang lebih menarik.

Yohanes Chandra Ekajaya dan Nikmatnya Keuntungan dari Tahu Gimbal

pengusaha yohanes chandra ekajaya rambah bisnis tahu gimbal

pengusaha tahu gimbal J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Yohanes Chandra Ekajaya dikenal sebeagai salah satu pengusaha muda sukses yang membuka sebuah bisnis berupa tahu gimbal. Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur ini menawarkan sebuah konsep kuliner yang sangat menarik. Ia meyakini bahwa kunci suksesnya adalah kepercayaan dan kekeluargaan dengan mitra kerjanya. Mengedepankan kualitas produk, Yohanes Chandra Ekajaya tak memungkiri bahwa keberhasilan usaha warung tahu gimbal miliknua bukan sematan karena konsep kekeluargaan yang dapat dipakai. Akan tetapi dikarenakan faktor kualitas dari produknya. Pilihan tahu gimbal sebagai produk bisnisnya buka tanpa alasan karena makanan tersebut merupakan makanana asli Jawa Tengah yang banyak memiliki penggemar.

Yohanes Chandra Ekajaya  menambahkan bahwa ia juga memberikan menu lain seperti Soto Perahu, Cendol Hitam, dan sebagainya. Semua menu tersebut memang disajikan dengan cara mengedepankan kualitas, higienitas, dan kesehatan. Tanpa pemanis, pewarna, pengawet, dan perasa, Yohanes Chandra Ekajaya  membranding tahu gimbal dengan kualitas yang terjamin.

Sekitar tahun 2009, Yohanes Chandra Ekajaya mengawali bisnis tahu gimbanya tersebut dan kini ia telah sukses membuka bisnisnya tersebut dengan omzet ratusan juta rupiah. Meski hanya memiliki dua cabang, Yohanes Chandra Ekajaya mengaku bahwa setiap harinya sekitar 400 hingga 500 orang rata-rata menjadi pengunjungnya. Jumlah tersebut belum dihitung dengan pengunjung pada hari libur.

pengusaha yohanes chandra ekajaya rambah bisnis tahu gimbal

Setiap harinya Yohanes Chandra Ekajaya mendapatkan omzet antara Rp 6 juta hingga Rp 8 juta. Tak disangka, maka setiap bulannya Yohanes Chandra Ekajaya   mendapatkan omzet berkisar Rp 180 juta hingga Rp 240 Juta untuk tiap bulannya. Kini, Yohanes Chandra Ekajaya tergolong sebagai orang mapan setelah lebih dari 20 tahun bekerja sebagai superviso di perusahaan nasional.

Yohanes Chandra Ekajaya mengaku bahwa nantinya ia harus mengembangkan kualitas produk, layanan, dan strategi marketing. Yohanes Chandra Ekajaya juga lantas menceritakan bahwa keberhasilan yang ia peroleh sekarang bukan tanpa usaha. Jatuh bangun menjalankan bisnis kuliner yang sejatinya bukan bidang yang dia pelajari di bangku sekolah yang ia rasakan.

Ke depan, Yohanes Chandra Ekajaya akan meningkat bisnisnya tersebut. Meski sukses, Yohanes Chandra Ekajaya  juga kerap berbagai kepada para generasi muda yang tengah menekuni dunia bisnis.