Mantap Praja dan Rahsa Keadilan Pilkada

dok.chandraekajaya

PENGAMANAN Pilkada lewat operasi “Mantap Praja” di tujuh provinsi dan 94 kabupaten/kota di Indonesia sukses digelar. Kapolri dengan lugas tegas mengatakan di depan Komisi m DPR (Rabu 22/2/2017): Dan dalam konteks itu beliau mengingatkan: “Kami melakukan conditioning pengamanan bukan conditioning memenangkan pasangan tertentu”.

Hal mana berhasil mengamankan proses pencoblosan 15 Februari di seluruh penjuru tanah air. Namun jajaran Polri tetap waspada dan mengantisipasi kerawanan pada masa penghitungan suara. Teristimewa pontesi dan aksi kekerasan pada pada beberapa daerah di negri ini,, yang memperlihatkan fenomena ketidakpuasan dan kegaduhan politik di antara warga pemilih akibat adanya dugaan penipuan dan menguatnya nafeu kekerasan.

Tulisan berikut mencoba menelisik makna filosofis mantap praja dan rasa keadilan dan diakhiri dengan pertanyaan kecfl yang dimodifikasi dari seorang penyair dunia yang bemama Bertold Biecht “Buat Mereka yang tergoyah” Mantap Praja “Praja” adalah kata Jawa Kuno yang menunjuk pada energi pengertian yang berpusat pada ‘anak tanah’, ‘pribumi’, ”rakyat’, dan ”kerakyatan’. Dalam tradisi kepemimpinan Katolik di Indonesia kata dahsyat ini juga digunakan sebagai indentitas bagi para “pastor pribumi” yang tidak rangkap tugas dan panggilan sebagai para biarawan yang transnasional yang boleh bekerja di seluruh penjuru bumi.

Dengan demikian, Polri yang “mantap praja” adalah Polri yang mantap menyadari jatidirinya sebagai anak kandung pribumi NKRI, yang terpanggil untuk serius merawat ketertiban hidup rakyat dalam negri fnagi tana’), dalam berbangsa, bernegara dan bermasyarakat berdasarkan sumber nilai dan hukum dasar Pancasila dan UUD 45.

Hal mana diaktualkan dalam dan melalui kode etik dan kode perilaku kepolisiannya yang selaras ruang, waktu, relasi, posisi, dan disiplin ke-wenangannya. Mereka didoakan untuk mantap ada dan menjadi bayangkara Negara, yang sadar berasal dari rakyat dan mengabdi untuk membela damai sejahtera, keadilan dan kebenaran, dan sukacita kemanusiaan Nusantara, sebagaimana dirayakan dalam pesta demokrasi Pilkada.

Proses Pilkada dan hasil pesta demokrasi Pilkada tidak selalu berjalan sesuai dengan ‘rasa keadilan’ (sensus justitia) yang berlaku universal Karena itu ada potensi kerawanan dan realitas konfliktif di tengah rakyat yang berbeda pilihan politiknya. Hal mana mempengaruhi kelezatan buah Pilkada dan pemenuhan janji politik dari pasangan yang terpilih untuk memimpin negri.

Dalam konteks seperti ini, terisitime-wa adanya fakta kecurangan, kiranya kita patut mendukung himbauan Kapolri di atas yaitu: “Kalau tidak puas gunakan jalur hukum ke MK”. Apa yang telah diputuskan oleh MK (Mahkamah Konstitusi) tentang hasil Pilkada itu wajib dikawal oleh Polri dan diterima oleh seluruh komponen gatra bangsa. Polri melakukan aksi afirmasi berbasis komitmennya pada  hukum dalam pesta demokrasi Pilkada.

dok.chandraekajaya

Rahsa Keadilan

Rasa atau rahsa dalam perspektif filsafat Jawa (Sindhunata, 2001) dominan terkait dengan tenunan dimensi afektivitas dalam jati diri insani yang menerima dengan pasti kebenaran (dimensi intelektualitas) dari sesuatu. Dalam dunia pendidikan, konsep rahsa ini terkesan mirip dengan pandangan filsuf John Henry Newman tentang illative sense yaitu ‘rasa pengenalan yang mencerahkan’ (illuminasi) tentang sesuatu, baik menyangkut kekurangan dan kelebihan, kelemahan dan kekuatan dari sesuatu, d 11, yang mengadaikan adanya kemungkinan dan batas-batas ruang lingkup perspektif dan perwujudannya.

Semacam “phronesis” sebagaimana diwartakan Aristoteles, yakni sebentuk kebijaksanaan, yang di satu sisi mengakui keterbatasan pengetahuan kita tentang sesuatu dan di sisi yang lain kita memperoleh kepastian (pencerahan) tentang kebenaran real tentang sesuatu dari aspek tertentu, yang ada dalam ruang lingkup terbatas tersebut Dalam dan melalui ruang lingkup itu manusia memiliki rasha tentangnya. Orang Bajawa/NageKeo/ Ende Lio bilang:

“Ja’o rasha” Bagaimana hal itu diterapkan dalam konteks “rasa keadilan” dalam pesta demokrasi Pilkada di NKRI? Dalam refleksi Ja’o, penilaian tentang rahsa keadilan itu sebaiknya mempertimbangkan perspektif  ruang lingkup keadilan dari para pihak yang terlibat aktif dalam tindakan demokrasi Pilkada itu. Secara akderrak sekurang-kurangnya ada lima jenis ruang lingkup keadilan. Yaitu (1) keadilan distributif (ketepatan pembagian); (2) keadilan komutatif (kesamaan kesempatan); (3) keadilan hukum (kesamaan perlakuan hukum/aturan); (4) keadilan prosedural (kesamaan pelaksanaan pro-sedural); dan keadilan sosial (terkait dengan kesamaan status sosial berasis status personal).

Dalam konteks NKRI dewasa ini, sumber nilai dan penilaian bersama bagi seluruh rakyat dan segenap tumpah darah Indonesia dari Sabang sampai Merauke untuk semua jenis keadilan itu adalah nilai Pancasila dan UUD 45 yang telah diamandemen. Karena itu pemahaman dan perjuangan yang terkait dengan rahsa keadilan distributif, rasa keadilan komutatif, rasa keadilan hukum, rasha keadilan prosedural, dan rasha keadilan sosial yang dikawal Polri dalam Pilkada itu, sepatutnya tidak dimaknai dengan sumber nilai yang lain, seperti nilai etnik Anda dan nilai agama Anda. Aneh tapi nyata, karena masih saja ada saudara sebangsa (Parpol dan DPR), yang dalam konteks demokrasi Pilkada, gemar menikmati politisasi, komersialisasi, dan vulgarisasi nilai agama dan etiniknya di pentas peradaban Indonesia Raya.

Ayat-ayat tuturan adat dan tuturan suci lainnya dipakai untuk kepentingan politik pragmatis Pilkada dan penyelenggaraaan berbangsa dan bernegara pada umumnya yang tidak memenuhi syarat “rasha keadilan’.

Buat rekan yang tergoyah, yang pilihannya kalah dan mungkin dalam penyelengggaraan kepemimpinan baru selanjutnya digeser atau digusur baiklah kita menikmati beberapa penggalan modifikasi puisi Bertold Biecht berikut Ada seorang kawan bilang:
Sekarang setelak sekian 1ama membanting tulang Kita malah terjerumus dalam kesukaran Yang lebih parah dari pada awal perjuangan

Makin sedikit kawan kita

Makin tak keruan tutur kata dan tindakan kita

Apakah kita hanyalah yang tersisa

Tunggulah terlempar keluar dari Nusantara.

Baca juga  artikel lainya mengenai  Chandra Ekajaya yang tidak kalah menarik.

Dua Pencuri Sawit PTPN3 Rambutan Dibekuk

Dua di antara tiga tersangka pencuri sawit milik PTPN3 Rambutan dibekuk petugas Bawah Kendali Operasi (BKO) Polri serta intel kodim, Rabu (1/3) sore. Ketiga tersangka, Rommy Tanjung  Erwin dan M Efendi Damanik, kesemuanya warga Lingkungan I, Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Kecamatan Rambutan.

Dua Pencuri Sawit PTPN3 Rambutan Dibekuk

Di antara ketiganya, M Effendi Damanik yang merupakan residivis terpaksa ditembak karena melawan menggunakan senjata tajam, sedangkan Erwin berhasil melarikan diri.

Inforamasi dihimpun wartawan melalui Kasi Propam Polres Tebingtinggi Iptu Yan Bert Hutagalung didampingi Kasubbag Humas AKP MT Sagala, Kamis, membenarkan peristiwa penembakan pelaku pencurian sawit milik PTPN3 Kebun Rambutan di areal Blok 300 Af-deling I Pondok Ringin Desa Paya Bagas, Sergai.

Dijelaskannya, kejadian berawal saat petugas pengamanan kebun (centeng) melakukan patroli di lingkungan kebun melihat lima lelaki pencuri sawit, yakni Erwin, Romy dan Effendi mengendarai becak bermotor mengangkut janjangan sawit.

Dua Pencuri Sawit PTPN3 Rambutan Dibekuk

Lantas, centeng yang melihat itu menginformasikannya ke intel kodim yang bertugas di PTPN3 serta anggota BKO Polri yang langsung turun ke lapangan guna menangkap ketiga pelaku.

Namun saat petugas akan mengamankan ketiganya, salah seorang pelaku, Effendi Damanik melawan dan melarang membawa ketiga pelaku bersama barang bukti.

Setelah melepaskan tembakan peringatan tiga kali agar menyerahkan diri namun tetap tak digubrik, akhirnya petugas melepaskan tembakan mengarah ke paha kanan Effendi sehingga berhasil dilumpuhkan dan selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Sri Pamela di Jalan Sudirman Tebingtinggi.

Seorang pelaku, Romy Tanjung, ditangkap tanpa perlawanan. Sedangkan seorang lagi, Erwin, berhasil melarikan diri. Saat dimintai keterangan, Rommy mengaku saat beraksi mereka membawa tiga senjata tajam berupa sangkur, parang panjang dan samurai yang digunakan untuk mengancam petugas.

Diakui Rommy, dia pernah dihukum lima bulan penjara akibat berkelahi, sedangkan Effendi Damanik pernah dihukum sembilan bulan penjara dalam kasus penyiraman bensin ke tubuh petugas brimob saat ketahuan mencuri sawit milik PTPN3 Kebun Rambutan.

Baca juga  artikel lainya mengenai  Chandra Ekajaya yang tidak kalah menarik.

Tindakan Kriminal Terhadap Pengamen

dok.chandraekajaya

Malam itu Kholidin menutup warung nasinya lebih cepat. Hujan yang mengguyur menjadi alasan. Sekitar jam 7.30 malam itu, pria asal Tasikmalaya, Jawa Barat itu mulai berbenah.

Setelahnya, ia lanjut ibadah di lantai dua rumah sekaligus tempat jualannya. Baru selesai berdoa, tiba-tiba terdengar suara keramaian di depan warungnya.

“Habis shalat, saya dengar ada suara orang ramai-ramai di depan. Tapi saya cuekin saja,” ujarnya kepada Lampu Hijau, Minggu (26/2). Seiring Kholidin abaikan, suara keramaian semakin lantang terdengar. Karena itu, setelah menyelesaikan ibadahnya, penjaja masakan Sunda itu akhirnya memutuskan menengok asal-usul suara.

“Saya turun, eh taunya banyak orang pada berkerumun di depan warung saya. Pas saya lihat, ada pemuda luka berdarah, tergeletak. Itu sekitar jam 8 lewat,” kata dia. Menurut Kholidin, pemuda itu ketika pertama kali ia saksikan itu masih bernyawa. Pemuda tersebut diketahui bernama Tengku Muhammad Murdiansyah. Cowok 23 itu berprofesi pengamen. Namun, tak lama berselang ia tiada. Hal ini dipastikan oleh warga yang sempat mengecek jantung dan nadinya.

Penyebab kematian Tengku cukup mengerikan. “Lukanya di leher, kayak digorok gitu,” ucapnya. Di samping jasad Tengku, didapati tergeletak biola. Alat musik itu dalam keadaan hancur. Lalu, para pengamen yang biasa nongkrong di kolong fly over Tanjung Barat, Jakarta Selatan datang dan mengerubungi jasad Tengku.

“Jadi teman-temannya sesama pengamen teriak, Tengku mati. Tengku mati. Ada yang nangis juga,” papar dia. Kholidin yang mengaku ketakutan dengan kejadian itu, memilih masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian polisi yang tiba di lokasi, memasang garis polisi di TKP.

Kanit Reskrim Polsek Metro Jagakarsa, Iptu Sofyan Suri, menjelaskan Tengku tewas setelah berduel satu lawan satu. Anak jalanan tersebut meregang nyawa setelah dilukai perut dan lehernya menggunakan pisau.

“Sebelumnya korban sempat ditusuk di perut, lalu kabur. Nah ketika ketangkap lagi sama pelaku, baru dilukai lehernya,” ujarnya ketika dihubungi.

Biola yang rusak, diduga menjadi senjata Tengku melawan pelaku. Kendati begitu, belum jelas identitas pelaku. Pun halnya dengan motif yang menyebabkan aksi baku bunuh tersebut. Pengungkapan menjadi terhambat, lantaran dari kedelapan saksi yang diperiksa hanya menyaksikan Tengku sudah tergeletak tak bernyawa.

“Kami periksa 8 saksi dari rekan sesama pengamen, mereka bilang nggak tahu siapa pelaku. Penyebabnya dan ketika korban lari dikejar pelaku juga nggak tahu. Mereka hanya tahu ketika korban sudah geletak di jalan ” tutur Sofyan.

Namun demikian, polisi mengaku telah mengetahui orang-orang yang dicurigai sebagai pelaku. “Tapi belum bisa kita sampaikan. Doakan saja dalam waktu dekat tertangkap,” tandasnya. Jenazah Tengku kini disemayamkan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Hingga berita dibuat, belum ada keluarga yang menjemput jenazah.

Baca juga berbagai artikel lainya mengenai Chandra Ekajaya yang tidak kalah menarik.

Yohanes Eka Jaya Chandra Peduli Kota Kayangan Kucurkan Dana 10 Miliar

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Kota Kayangan menjadi perhatian dari Yohanes Eka Jaya Chandra Kota Kayangan merupakan tempat asal dimana dahulu Chandra Ekajaya pernah hidup disana, di Kota Kayangan Yohanes Eka Jaya Chandra pernah menjalani kehidupan masa kecilnya dari bangku TK sampai dengan SD.

Dana awal yang di berikan oleh Yohanes Eka Jaya Chandra senilai 10 miliar untuk pembangunan dan  penambahan berbagai fasilitas mulai dari sara tempat bermain, perbaikan fasilitas taman kota dan juga membantu beberapa TK dan Rumah Sakit Swasta disana.

Yohanes Eka Jaya Chandra menyebutkan bahwa dirinya sangat mendukung segala pembangunan fasilitas-fasilitas yang sekiranya untuk kebaikan masyarakat bersama kedepannya. Hal ini menjadi hal yang ingin selalu diwujudkan sebagai bentuk apresiasi bahwa dirinya pernah dibesarkan di Kota ini.

Tak hanya pembangunan fasilitas saja, Yohanes Eka Jaya Chandra juga mendukung upaya penanggulangan kemiskinan melalui tiga pemafaatan, yaitu pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup.

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Selain pembangunan fasilitas penunjang yang sudah ada, Yohanes Eka Jaya Chandra menyebutkan bahwa dirinya juga bekerjasama dengan pemerintah dan badan kesehatan baik pemerintah maupun swasta untuk terlibat dalam berbagai kegiatan untuk meningkatakan kesehatan masyarakat.

“bukan hanya kami saja yang turun aktif, kami juga menggandeng pihak lain untuk memaksimalkan tujuan kami,”ujar Yohanes Eka Jaya Chandra.

Pihaknya turut mendukung upaya perbaikan akses terhadap fasilitas umum lainnya, seperti pembangunan fasilitas air bersih, membangun dan merenovasi drainase untuk sistem sanitasi.

Pada tahun sebelumnya Yohanes Eka Jaya Chandra memang sudah secara rutin selalu memberikan bantuan di bidang pendidikan lewat beasiswa untuk para mahasiswa dan pelajar mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA bahkan Kuliah di Kota Kayangan.

Upaya Yohanes Eka Jaya Chandra ini mendapat aprsiasi dari masyarakat dan juga pemerintah setempat. Para warga sangat merasa terbantu dengan program yang dilakukan oleh Yohanes Eka Jaya Chandra. Banyak warga yang berharap jika program semacam ini akan terus berlanjut. Pemerintah diwakili oleh pejabat terkait juga sangat senang dengan bantuan oleh Yohanes Eka Jaya Chandra, kerjasam di berbagai sektor akan semakin meningkatkan kesejahteraan dna kualitas hidup masyarakat Kota Kayangan kedepanya.

AP II Hadirkan Bioskop Digital Layar Lebar

Operasional Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta - AP II Hadirkan  Bioskop Digital Layar Lebar

KNKG-INDONESIA-  PT Angkasa Pura II (Persero) bekerja sama dengan PT Telekomunikasi Indonesia/Telkom (Persero) Tbk hadirkan fasilitas hiburan berupa airport digital cinema atau bioskop digital yang menayangkan film-film kelas dunia di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

‘President Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, airport digital cinema terletak di keberangkatan domestik Terminal 3 dengan kapasitas 13 kursi executive yang dilengkapi layar lebar dan ruang kedap suara.

“Airport digital cinema ini merupakan bagian dari kampanye program Airport Go Digital yang kami canangkan sejak akhir tahun lalu, dan kami harap layanan terbaru ini dapat menjadi salah satu ikon era digital di bandara-bandara AP II khususnya Bandara Internasional Soekarno-Hatta” ujarnya, di Jakarta.

Ia menjelaskan, disalah satu bagian ruang airport digital cinema juga terdapat private booth bagi pengunjung untuk menikmati fitur-fitur Indihome seperti TV on demand, video on demand, iflix, dan catch-play melalui wide screen smart TV.

Sehingga, bagi penggemar game dapat menghabiskan waktu menunggu penerbangan di game sta-tion yang juga ada di area airport digital cinema ini.

Selain itu, penumpang pesawat juga dapat melihat jadwal dan memesan kursi untuk menonton di digital cinema melalui aplikasi Indonesia Airports di smartphone android.
“Di aplikasi yang sama, penumpang pesawat juga dapat mt-request film yang ingin diputar,” katanya.

Ia menambahkan, digital cinema ini melengkapi layanan berbasis digital lain yang terlebih dulu ada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta seperti Smart Parking, Smart Queu-ing System untuk taxi. Digital Baggage Handling System, Self-Service Check-in.

WiFi berkecepatan tinggi, serta aplikasi Indonesia Airports yang saat ini dapat diakses melalui smartphone android dan ke depannya juga melalui iOS.

“Sejalan dengan pengembangan dan penyiapan infrastruktur teknologi informasi serta tersedianya konten-konten digital. AP II akan meningkatkan dan mengintergrasikan kualitas infrastruktur data dan internet serta membuat semua proses bisnis yang ada di kawasan bandara mengarah ke model digital dengan visi menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi kawasan Soekarno-Hatta Digital Aeroplex,” tuturnya.

Sementara itu. EVP Regional II Jakarta Telkom, Teuku Muda Nanta menuturkan, melalui terjalinnya sinergi yang baik antar dua perusahaan, akhirnya digital cinema ini dapat dihadirkan untuk para penumpang pesawat.

Kedepan, kata dia, tidak menutup kemungkinan digital cinema tidak hanya berada di Terminal 3 Domestik saja, tetapi juga dapat dinikmati oleh penumpang pesawat di Terminal 3 Internasional yang akan beroperasi dalam waktu dekat.

“Untuk operasional harian digital cinema ini diselenggarakan sepenuhnya oleh Telkom, termasuk juga konten penayangan serta pengadaan properti. Sedangkan. ruangan dan sistem kelistrikan serta informasi terkait digital cinema ini dipenuhi oleh Angkasa Pura II,” imbuhnya. ima.

Baca juga Berbagai artikel menarik lainya mengenai pengusaha Chandra Ekajaya .

Chandra Ekajaya Pengamat Migas

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya merupakan seorang aktivis Kaskus yang merupakan sebuah media diskusi yang berisi  grup-grup dan forum di dunia maya. Chandra Ekajay ini merupakan seorang yang sangat detail dalam mengamati perkembangan suatu masalah. Sudah kebiasaanya sejak kecil untuk menekuni suatu bidang dengan sangat serius. Memang pola pendidikan yang diberikan oleh orang tuanya  sangatlah disiplin terutama masalah ilmu-lilmu yang masih sangat potensial untuk dikembangkan.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya yang merupakan seorang pria paruh baya kelahiran Malang sekitar 30 tahun ini sangatlah cerdas dan teliti dalam menjalankan sesuatu profesi. Hal itu terbukti dengan kegiatannya saat ini yaitu sebagai pengamat Migas. Di dunia Migas ini Chandra Ekajaya bukanlah orang baru, ia mulai mendalami bidang pengamatan Migas ini sejak ia muda. Dari awal mula ketika orangtuanya dulu pernah menjadi agen tabung  gas di kampungnya. Chandra Ekajaya sangat heran ketika harga Gas tabung yang masuk jenis Migas ini harganya sangat tidak stabil dan selalu naik tiap periodenya akan tetapi selalu laris dan dibutuhkan oleh masyarakat karena fungsinya yang sangat penting dalam kehidupan sehari hari.

Dok.Chandra Ekajaya

Menurut Chandra Ekajaya, Migas yang beredar di negeri ini sekarang mempunyai banyak varian dan jenis yang berbeda-beda. Dari segi kelas pun banyak sekali variannya, ada gas yang beredar khusus untuk rakyat tidak mampu atau miskin, ada juga gas yang beredar khusus untuk kalangan pengusaha dan yang terakhir ialah gas yang digolongkan untuk para pengusaha besar seperti pabrik dan setingkatnya. Walaupun sebagai pengamat Migas ternyata Chandra Ekajaya juga merupakan seorang yang ulet dalam menjalankan sebuah usaha. Bisa dikatakan bahwa Chandra Ekajaya mempunyai sebuah usaha yang cukup sukses di bidang logistik. Alasan Chandra Ekajaya mendirikan usaha di bidang logistik ini karena memang kebutuhan masyarakat untuk bidang logistik ini sangatlah tinggi.

Selain tingginya permintaan pasar tentang kebutuhan logistik, alasan lain yang diungkapkan oleh Chandra Ekajaya ialah karena memang masih ada sedikit hubungan dengan Migas yang saat ini sedang ia amati. Dari pergerakan Migas dan logistik ini hampir sejalan dan pergerakan nilai jual-belinya yang fluktuatif sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi Chandra Ekajaya. Saat ini usaha yang didirikan Chandra ekajaya sudah berbadan hukum dengan nama PT. CHANDRA EKAJAYA LOGISTIK. Dari PT. CHANDRA EKAJAYA LOGISTIK ini ia bisa lebih mudah untuk mengakses jaringan-jaringan para pengusaha logistik .

Dalam perjalanan usahanya Chandra Ekajaya sekarang sudah mulai mendaftarkan PT.CHANDRA EKAJAYA LOGISTIK di sebuah perhimpunan pengusaha logistik dan Migas Internasional ICIJ Offshore Leaks Database yang mempunyai banyak manfaat bagi para pengusaha di bidang ini. Selama menjadi angota ICIJ Offshore Leaks Database Chandra Ekajaya bisa sangat mudah dalam mengamati perkembangan dan pemasaran Migas karena selain ada kaitannya antara Migas dan logistik ternyata ICIJ Offshore Leaks Databasejuga memberikan sebuah forum untuk berdiskusi untuk para anggotanya. Dan salah satu media yang digunakan oleh Chandra Ekajaya dan para anggota ICIJ Offshore Leaks Database ini ialah Kaskus.

Baca juga Berbagai artikel lainya mengenai pengusaha Chandra Ekajaya lainya.

Menteri Chandra Ekajaya Skandal Kamar Mandi

Dok.Chandra Ekajya

Dok.Chandra Ekajya

Seorang Menteri yang bernama Menteri Chandra Ekajaya sedang menjalani sebuah misi kunjungan suatu wilayah di sebuah pedalaman. Saat itu Menteri Chandra Ekajaya sedang kebelet untuk pergi ke kamar mandi. Karena saking kebeletnya Menteri Chandra Ekajaya tidak sadar telah menggunakan tempat mandi umum untuk wanita. Kebetulan saat itu, seorang gadis lugu yang baru memasuki usia remaja, sedang berjalan memasuki tempat mandi yang tengah digunakan Menteri Chandra Ekajaya.

Sang gadis itu pun terkejut melihat pria ‘bingung’ yang sedang buang air kecil. Sambil berusaha membuang rasa malu, sang gadis pun melempar pertanyaan, “Hah, apa itu di antara pahamu kak?” Dengan sedikit bingung dan menyambut senyuman sang gadis, Menteri Chandra Ekajaya itu pun menjawab, “Itu bunga dik, jika disentuh gadis cantik pasti akan mekar”. Menteri Chandra Ekajaya pun berusaha membenarkan celana sambil menutup resletingnya, bermaksud keluar dari tempat mandi itu.

Dok.Chandra Ekajya

Setelah mengalami skandal kamar mandi yang memalukan tersebut akhirnya Menteri Chandra Ekajaya segera bergegas untuk melanjutkan rangkaian kegiatan berikutnya. Selama kegiatan kunjungan tersebut Menteri Chandra Ekajaya merasa sangat tidak nyaman, ternyata hal itu disebabkan oleh skandal kamar mandi yang ia alami. Mulai saat itu Menteri Chandra Ekajaya tidak mau lagi sembarangan masuk kamar mandi.

Karena rasa penyesalan Menteri Chandra Ekajaya yang sangat dalam tentang kasus skandal kamar mandi tersebut. Akhirnya ia menyuruh seorang staff nya dan beberapa anak buahnya untuk segera membangun sebuah bangunan khusus untuk toilet umum dan diberi tanda untuk membedakan kamar mandi pria dan wanita agar tidak terulang lagi skandal kamar mandi tersebut oleh orang lain yang baru berkunjung kesana dan selain itu juga untuk menjaga kebersihan desa terpencil tersebut.

Foto Terbaru Yohanes Chandra Ekajaya Pemain Anak Jalanan di Episode Terakhir

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya, seorang blogger mengunggah sebuah foto yang menjadi trending topic di berbagai jejaring sosial. Nah, apa itu? Ya, sebuah foto yang menampilkan foto pemain anak jalanan di episode terakhir. Dikarenakan kepindahan rumah produksi Sinemart ke stasiun televisi SCTV, beberapa sinetron kebanggannya tersebut harus dengan berat hati disudahi. Jika sebelumnya, sinetron romantic Anugerah Cinta telah menuntaskan cine terakhirnya, kini sinetron serial Anak Jalanan mengakhiri ceritanya.

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Menjelang berakhir para pemain dan kru  Anak Jalanan  pun menggelar sebuah acara perpisahan yang telah terlaksana belum lama ini dan diikuti oleh seluruh pemain serta kru nya. Sinetron yang memiliki jutaan penonton di tanah air ini menurut Yohanes Chandra Ekajaya memang dikenal sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Pasalnya, acara perpisahan tersebut diketahui dari foto dan video yang diupload oleh sebuah akun resmi Instagram sinetron Anak Jalanan. Dalam sebuah videonya, tampak para pemain saling berpelukan satu sama lain, dan tak jarang air mata pun leleh dari sepasang mata si pemeran sinetron tersebut seakan mereka akan berpisah cukup lama.

Suasana memang melingkupi di lokasi syuting, dimana kesedihan pun memancar dari mata Natasha Wilona, Cut Meyriska, Immanuel Caesar Hito, dan rekan Anak Jalanan lainnya. Saat itu pula hampir semua pemain mencucurkan air mata, tanda akan kedekatan yang terjalin diantara mereka menciptakan kesan tersendiri sehingga wajar jika mereka sangat sedih ketika harus berpisah. Mereka sudah menganggap bahwa semua kru maupun pemain Anak Jalanan sudah seperti saudara dan keluarga. Dalam foto yang diunggah, tampak di antaranya mata para pemeran sinetron tersebut sembab karena terharu dengan perpisahan tersebut.

Penulis : Yohanes Chandra Ekajaya

Editor  : Yohanes Chandra Ekajaya

NASA Temukan Kehidupan Ekstraterrestrial

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Menyusul Teleskop Antariksa Kepler, serangkaian alat akan diluncurkan untuk memungkinkan para ilmuwan mencari kehidupan di luar Bumi. Para ilmuwan badan antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatakan kemungkinan menemukan kehidupan lain di luar Bumi lebih dekat dari yang pernah ada.

Dalam diskusi panel Senin (14/7) yang menghadirkan berbagai macam ilmuwan terkemuka NASA ini menggambarkan peta perjalanan (roadmap), dimana sebuah lembaga tersebut diberi misi untuk menemukan kehidupan dan melihat kembali penemuan-penemuan yang membuka jalan kehidupan di luar angkasa.

Sementara NASA sendiri terus berupaya mendeteksi kehidupan dalam sistem tata surya. Administrator NASA Charles Bolden, membuka diskusi dengan mengatakan “dalam semesta yang sangat luas tak terbatas, mustahil manusia hanya sendiri.”

Dok.Chandra Ekajaya

Salah satu peningkatan besar dalam riset di luar sistem tata surya tersebut  adalah dengan Teleskop Antariksa Kepler, yang diluncurkan pada 2009. Alat ini penting dalam memperluas pengetahuan mengenai planet-planet ekso atau planet yang mengorbiti bintang di luar sistem tata surya. Teleskop ini telah menemukan sebagian besar dari 5.000 planet ekso potensial, 1.700 diantaranya telah dikukuhkan.

Riset Kepler tersebut telah memotivasi para ilmuwan dalam menyimpulkan bahwa kemungkinan ada miliaran planet di galaksi.

Sebuah penemuan besar dalam menemukan kehidupan ekstraterestrial adalah peluncuran satelit yang menggunakan misi survei terhadap planet ekso yang transit pada 2017, Teleskop Antariksa James Webb pada 2018 dan Teleskop Survei Inframerah Lapangan Luas – Teleskop yang Terfokus pada Astrofisika pada awal dekade berikutnya.