Chandra Ekajaya Bersyukur Pencapaian You and Me Fashion

Sukses Bisnis Fashion - Chandra Ekajaya Bersyukur Pencapaian You and Me Fashion

Kesuksesan memang milik siapa saja namun bukan bagi orang pemalas dan tidak mau bekerja keras. Sukses dibangun dengan kerja keras dan pantang menyerah, inilah yang dilakukan oleh Chandra Ekajaya pengusaha sukses yang melambungkan nama brand You and Me Fashion sebagai salah satu brnad fashion terkenal di Indonesia.

Chandra Ekajaya Bersyukur Pencapaian You and Me Fashion

Brand You and Me Fashion lahir dari keyakinan dan tekad dalam menapaki jalan bisnis. Bisnis bukan hanya sebagai pemanis dalam hidup, namun bagi Chandra Ekajaya bisnis berarti dedikasi, keseriusan dan banyak orang yang akan ikut terlibat dan berdampak kepada mereka termasuk keluarga. Bisnis yang dilakukan dirinya memang penuh dengan lika-liku dan halangan  hingga bisa sampai sekarang ini. Mulai dari nol, perjalanan yang tidak mudah bagi seseorang untuk mengembangkan dan bertahan dengan bisnis yang dijalani. Banyak orang yang pada saat titik itu memutuskan untuk menyerah namun berbeda dengan Chandra Ekajaya yang memilih jalan berbeda.

Chandra Ekajaya Bersyukur Pencapaian You and Me Fashion

Menjadi brand fashion terkenal dan sukses di Indonesia, pendapat dari berbisnis fashion melalui You and Me Fashion perbulanya bisa mencapai omzet ratusan juta rupiah bahkan miliaran rupiah tetap menjadikan dirinya pria rendah hati dan tidak sombong. Bagi dirinya kesuksesan seperti sekarang ini bukan hanya berkat kerja kerasnya semata, namun banyak pihak yang ikut andil dalam membangun You and Me Fashion hingga sampai sekarang ini. Pencapaian yang bisa dikatakan sangat mengagumkan dan fantastis membawa You and Me Fashion menjadi brand  terkemuka di Indonesia.

Dengan pencapaianya sampai saat ini, Chandra Ekajaya masih tetap bersyukur kepada tuhan atas segala karunia yang telah diberikan kepadanya. Dirinya ingin dalam bisnisnya bukan hanya menguntungkan dirinya saja melainkan juga bermanfaat bagi orang lain. Karena menurutnya keberhasilan bukan sebuah keberhasilan ketika keberhasilan tersebut tidak memberikan dampak bagi orang lain. Inilah yang selalu diyakini dirinya. Pencapaianya sampai sekarang ini tidak akan dirinya sia-siakan dan akan terus mengembangkan ke arah yang lebih baik lagi, banyak cita-cita dan harapan yang masih ingin dirinya capai dan gapai bukan hanya sampai seperti sekarang ini saja. Lakukan yang terbaik demi masa depan yang lebih cerah dan gemilang.

Chandra Ekajaya Bicara Perpindahan Penduduk

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya dalam pencariannya terhadap pribumi, mendapatkan keterkaitan antara pribumi dan mobilitas. Dengan meningkatnya mobilitas penduduk di dalam negeri maupun secara global, batasan pribumi dan nonpribumi ini makin rancu. Makin sulit ditentukan keturunan seseorang, baik dari keturunan darah, etnisitas maupun tempat lahir.

Dok.Chandra Ekajaya

Ambil saja salah seorang warga di Jakarta bernama Sarinah, misalnya. Namanya nama Jawa. Namun, Sarinah tidak dapat berbahasa Jawa sama sekali, tidak dapat menari Jawa, membatik atau memasak gudeg, bahkan tidak suka makan/minum yang manis-manis. Tempat kelahirannya di Palembang dan setelah menikah dengan pria Bugis, mereka pindah dan menetap di Jakarta. Namun jika ditanya, Sarinah mengaku orang Jawa. Anak-anaknya merasa orang Bugis, atau Bugis campur Jawa, sekalipun hanya dapat berbahasa Indonesia dengan dialek Jakarta. Identitas diri menjadi lebih ruwet dan rancu jika ditambah dengan unsur agama.

Pengusaha Chandra Ekajaya menambahkan bahwa karena itu dibuatlah batasan pribumi Nusantara, yaitu orang yang berjuang, lahir, dan cinta dengan ibu pertiwi. Dalam batasan ini kelompok etnis Tionghoa, Arab dan ‘indo’ atau campuran tetap dianggap nonpribumi (meski mereka menetap selama beberapa generasi di kepulauan Nusantara) karena nenek moyang mereka berasal Cina, Timur Tengah atau Eropa.

Dok.Chandra Ekajaya

Di AS

Pribumi Amerika Serikat (AS) adalah suku Indian dan Inuit (dulu disebut Eskimo). Ras kulit putih datang dari Eropa sedangkan yang berkulit hitam datang dari Afrika. Juga belakangan banyak pendatang dari Amerika Selatan dan Asia.

Namun, sekarang Presiden Trump justru merasa bahwa Amerika Serikat itu milik orang kulit putih, sehingga semua imigran berkulit berwarna dianggap bukan orang Amerika dan diusir, meski mereka telah hidup di Amerika selama beberapa generasi. Menurut pengusaha Chandra Ekajaya, politik telah memutar balik sejarah : Amerika yang merupakan negara imigran, sekarang mengusir imigran. Memang identitas kesukuan mudah sekali dijadikan faktor pencetus diskriminasi, memberi label negatif, terutama jika pihak yang memegang kekuasaan atau yang menjadi mayoritas, merasa iri terhadap kelompok yang berbeda suku, warna kulit ataupun agamanya.

Baca juga  artikel mengenai pengusaha Chandra Ekajaya .

Yohanes Eka Jaya Chandra Peduli Kota Kayangan Kucurkan Dana 10 Miliar

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Kota Kayangan menjadi perhatian dari Yohanes Eka Jaya Chandra Kota Kayangan merupakan tempat asal dimana dahulu Chandra Ekajaya pernah hidup disana, di Kota Kayangan Yohanes Eka Jaya Chandra pernah menjalani kehidupan masa kecilnya dari bangku TK sampai dengan SD.

Dana awal yang di berikan oleh Yohanes Eka Jaya Chandra senilai 10 miliar untuk pembangunan dan  penambahan berbagai fasilitas mulai dari sara tempat bermain, perbaikan fasilitas taman kota dan juga membantu beberapa TK dan Rumah Sakit Swasta disana.

Yohanes Eka Jaya Chandra menyebutkan bahwa dirinya sangat mendukung segala pembangunan fasilitas-fasilitas yang sekiranya untuk kebaikan masyarakat bersama kedepannya. Hal ini menjadi hal yang ingin selalu diwujudkan sebagai bentuk apresiasi bahwa dirinya pernah dibesarkan di Kota ini.

Tak hanya pembangunan fasilitas saja, Yohanes Eka Jaya Chandra juga mendukung upaya penanggulangan kemiskinan melalui tiga pemafaatan, yaitu pendidikan, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup.

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Selain pembangunan fasilitas penunjang yang sudah ada, Yohanes Eka Jaya Chandra menyebutkan bahwa dirinya juga bekerjasama dengan pemerintah dan badan kesehatan baik pemerintah maupun swasta untuk terlibat dalam berbagai kegiatan untuk meningkatakan kesehatan masyarakat.

“bukan hanya kami saja yang turun aktif, kami juga menggandeng pihak lain untuk memaksimalkan tujuan kami,”ujar Yohanes Eka Jaya Chandra.

Pihaknya turut mendukung upaya perbaikan akses terhadap fasilitas umum lainnya, seperti pembangunan fasilitas air bersih, membangun dan merenovasi drainase untuk sistem sanitasi.

Pada tahun sebelumnya Yohanes Eka Jaya Chandra memang sudah secara rutin selalu memberikan bantuan di bidang pendidikan lewat beasiswa untuk para mahasiswa dan pelajar mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA bahkan Kuliah di Kota Kayangan.

Upaya Yohanes Eka Jaya Chandra ini mendapat aprsiasi dari masyarakat dan juga pemerintah setempat. Para warga sangat merasa terbantu dengan program yang dilakukan oleh Yohanes Eka Jaya Chandra. Banyak warga yang berharap jika program semacam ini akan terus berlanjut. Pemerintah diwakili oleh pejabat terkait juga sangat senang dengan bantuan oleh Yohanes Eka Jaya Chandra, kerjasam di berbagai sektor akan semakin meningkatkan kesejahteraan dna kualitas hidup masyarakat Kota Kayangan kedepanya.

Chandra Ekajaya Oil Peduli Anak Yatim

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya selaku pemilik Chandra Ekajaya Oil menekankan bahwa perusahaan harus memiliki nilai kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Hal semacam ini dirasa sangat penting karena bagaimana juga lingkungan yang kondusif akan mendukung keberhasilan usaha dari perusahaan itu sendiri.

Dok.Chandra Ekajaya

Perusahaan jangan pernah beranggapan bahwa hal ini menjadi beban terhadap lingkungan sekitar perusahaan. seharusnya perusahaan lebih memandang lingkungan sekitarnya mulai dari warga masyarakat yang berada di sekitar lokasi perusahaan sebagai bagian keluarga yang tidak bisa dipisahkan dari perusahaan secara tidak langsung, dengan kondisi lingkungan yang kondusif akan memberikan pengaruh yang positif terhadap kegiatan perusahaan kedepanya baik dari produksi atau pemasaran.

Hal inilah yang selalu di tekankan oleh Chandra Ekajaya Oil selaku perusahaan minyak dan gas, yang selalu  ikut dan berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan kepedulian terhadap masyarakat. Chandra Ekajaya Oil memiliki yayasan Chandra Ekajaya Oil Peduli, di dalamnya terdapat berbagai macam kegiatan sosial mulai dari santunan rutin anak yatim piatu dan orang tidak mampu.

Dok.Chandra Ekajaya Oil

Yayasan ini bergerak di bidang sosial, dan dari yayasan ini sepenuhnya diambil dari dan perusahaan yang sudah sengaja di sisihkan untuk kegiatan sosial. Saat ini yayasan Chandra Ekajaya Oil sudah memiliki hampir 500 anak yatim yang secara rutin mendapat santunan uang setiap bulanya. Bukan hanya itu yayasan Chandra Ekajaya Oil juga memberdayakan masyarakat sekitar untuk bisa berwirausaha mandiri dengan melakukan program pemberian modal usaha. Modal usaha ini bisa di cicil nantinya ketika usaha mereka sudah berjalan dan menghasilkan, namun tetap dipantau oleh perusahaan dan pastinya pinjaman tesebut tanpa bunga sepeserpun.

“ ini adalah komitmen kami, kami ada bersama masyarakat dan itulah yang selalu menjadi pegangan kami” Chandra Ekajaya.

Chandra Ekajaya Oil juga berencana akan membuka sekolah atilit untuk ikut serta membangun generasi pemuda bangsa yang berkontribusi terhadap bangsa dan negara dengan pelatihan olahraga. Kegiatan ini rencananya akan dibuka pada awal tahun 2019.

Baca juga Berbagai artikel menarik lainya mengenai pengusaha Chandra Ekajaya.

Chandra Ekajaya Ungkap Legian Jadi Wisata Terfavorit

Dok.Chandra Ekajaya

Legian, sebuah kelurahan di Kecamatan Kuta, Badung, merupakan satu di antara lokasi pariwisata yang kerap digandrungi oleh turis mancanegara. Tidak heran jika tempat-tempat makan di daerah ini dijual dengan harga yang terbilang cukup mahal.

Dok.Chandra Ekajya

Namun kini keinginan Anda untuk nongkrong murah di wilayah Legian akan dijawab oleh Kedai Roti Bakar 543 Bali. Kedai yang terletak di Jalan Nakula 2, nomor 888X, Legian Kaja, Kuta ini dijamin mampu memanjakan lidah Anda dengan belasan makanan dan minuman yang dijual dengan harga miring.

Pemilik Kedai Roti Bakar 543 Bali, Chandra Ekajaya mengatakan, dia mengusung

kedai ini dengan konsep tempat nongkrong yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, baik muda atau dewasa.

“Agar dapat dijangkau oleh semua kalangan, semua makanan dan minuman yang dijual di tempat ini (Kedai Roti Balar 543) kami jual dengan harga yang terjangkau. Yakni mulai Rp 5 ribu hingga Rp 60 ribu,” ujarnya saat ditemui Tribun Bali, di Kedai Roti Bakar 543, Selasa (14/2) sore.

Seperti namanya, kedai ini menyajikan aneka roti bakar sebagai hidangan andalannya. Di sini Anda akan menemukan olahan roti bakar yang tentunya memiliki rasa berbeda dengan tempat lain. Roti Bakar 543 menggunakan roti buatan sendiri (home made), sehingga memiliki tekstur yang lebih lembut dan fluffy.

Untuk lebih memanjakan para konsumen, Chandra Ekajaya membubuhi roti bakarnya dengan aneka topping berkualitas premium yang kekinian. Ada cokelat Toblerone, Kit Kat Green Tea, Cadbury, Kinder Blueno, Snickers, Koko Crunch, Milo, Cha-Cha, keju, marshmallows, telur, smoked beef, pisang, kornet, sosis, saus telur asin, es krim Magnum serta Mini Korneto.

Dok.Chandra Ekajya

“Roti kami itu bentuknya seperti roti hotdog. Di sini pengunjung bebas berkreasi untuk memilih macam-macam topping sesuai selera,” ujarnya.

Diakui Chandra Ekajaya, satu di antara menu roti bakar yang selalu berhasil memikat hati para pengunjung adalah Monster Longjhon. Sesuai dengan namanya, panganan ini disajikan dalam ukuran jumbo, dengan panjang 45 cm. Di balik roti bakar tersebut, terdapat berbagai macam isian, semisal sosis ayam yang juga memiliki ukuran panjang 45 cm, kentang goreng, timun, selada dan tomat.

Untuk lebih memanjakan lidah, Chandra Ekajaya membalut Monster Longjhon ini dengan saus rahasia yang memiliki citarasa gurih dan sedikit agak pedas. Seporsi Monster Longjhon diba-derol dengan harga Rp 60 ribu. Harga yang cukup terjangkau, mengingat panganan ini bisa disantap bersama tiga sampai empat orang.

Selain roti bakar, kedai ini juga menyediakan berbagai macam olahan mi instan. Diakui Chandra Ekajaya, mi instan merupakan salah satu makanan yang cukup akrab di lidah para anak muda. Oleh sebab itu ia pun juga tertarik untuk memasukkan mi instan ke dalam daftar menunya. Di Kedai Roti Bakar 543, mi instan yang disajian tentu tidak biasa. Di sini Anda akan menemukan pengalaman baru makan mi instan. Mereka membubuhi makanan tersebut dengan aneka topping yang luar biasa lezatnya. Sebut saja Indomie Sambal Matah.

Saat disantap, mi goreng ini benar-benar memiliki cita rasa yang khas, pedas dan gurih. Oleh Kedai Roti Bakar 543, sambal matah ini dibuat dari bahan-bahan berupa irisan bawang merah segar, cabai merah, dan irisan daun jeruk purut. Harga seporsi Indomie Sambal Matah ini dibanderol dengan Rp 18 ribu.

Aneka dessert jangan sampai terlewatkan. Satu di antaranya yang wajib Anda coba adalah Sae Dessert Fruit ala Kedai Roti bakar 543. Selain membuat tenggorokan Anda adem, makanan pencuci mulut ini juga menyehatkan.

Bagaimana tidak, Chandra Ekajaya menyajikan makanan ini dengan berbagai macam potongan buah segar. Ada buah naga, kiwi, pisang, marshmellow. Untuk menyeimbangkan rasa buahnya, Sae Dessert Fruit ini juga disajikan dengan es krim vanila, egg puding, snow ice, dan sirup strawberry.

Baca juga Berbagai artikel lainya mengenai pengusaha Chandra Ekajaya lainya.

Yohanes Chandra Ekajaya Menelisik Problematika Harga Cabe

Yohanes Chandra Ekajaya Cabai

Yohanes Chandra Ekajaya

(Pengusaha Semi Kawakan yang Nyentrik Dengan Gaya Cihuy)

HARGA cabe saat ini kembali turun setelah dalam beberapa minggu sebelumnya meroket cepat dan drastis. Ini terjadi tidak hanya di beberapa daerah, melainkan merata di seluruh wilayah Indonesia. Naiknya harga cabe berpengaruh besar pada ekonomi masyarakat Indonesia sendiri. “Cabe merupakan salah satu produk pertanian yang utama bagi masyarakat Indonesia” ujar Yohanes Chandra Ekajaya. Selain itu, banyak sekali jenis makanan di Indonesia yang menggunakan jenis sayuran yang satu ini. Oleh sebab itu, ketika harga ‘si pedas’ naik banyak masyarakat yang mengeluhkannya.

Yohanes Chandra Ekajaya Cabai Setan

Ada satu pendapat yang menarik perhatian Yohanes Chandra Ekajaya dari seorang guru yang dijumpai di Pasar Pitalah (Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar) yang mengatakan bahwa harga-harga produk pertanian akan selalu naik dari satu periode ke periode lainnya. Walaupun mengalami penurunan, tetapi sangat sulit untuk kembali ke harga normal sebelumnya. Guru ini berpendapat meroketnya harga cabe dipengaruhi oleh beberapa faktor pendorong. Salah satunya adalah tidak seimbangnya jumlah produksi dari cabe dengan jumlah penduduk yang mengkonsumsinya sehingga tentu saja harga cabe akan selalu mengalami kenaikan.

Yohanes Chandra Ekajaya pedagang cabai

Bisa jadi, pendapat guru tersebut sejalan dengan pemikiran Yohanes Chandra Ekajaya merujuk dari hukum permintaan dan penawaran dalam ilmu ekonomi, di mana ketika jumlah barang yang ditawarkan sedikit dan permintaan akan barang tersebut banyak maka harga barang tersebut tentu saja akan mengalami kenaikan. Ini tentu saja juga terjadi ketika harga cabe meroket naik dengan tajam dalam beberapa minggu yang lalu. Walau pun ada beberapa faktor yang menyebabkan jumlah cabe di pasar mengalami penurunan yang membuat harga cabe mengalami kenaikan yang tinggi.

Pendapat guru ini menurut penulis cukup rasional. Secara umum jika kita melihat data dari Badan Pusat Statistik dari segi jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Bersumber dari data ya ng dihimpun Biro Pusat Statistik, jumlah penduduk Indonesia di tahun 2000 lebih kurang 207juta jiwa, kemudian naik di tahun 2010 lebih kurang 238 juta jiwa, dan diperkirakan di tahun 2015 sebesar  255 juta jiwa serta tahun 2020  271 juta jiwa. Peningkatan jumlah penduduk dari tahun ke tahun tentunya harus didukung oleh peningkatan jumlah produksi pangan. Harga cabe yang naik secara tajam tentunya menandakan bahwa jumlah produksi tidak mendukung jumlah penduduk yang mengalami peningkatan.

Ketidakseimbangan antara jumlah penduduk yang akan mengkonsumsi cabe dengan jumlah produksi dipengaruhi oleh banyak faktor. Akan tetapi menurut guru di atas jumlah tenaga kerja yang akan mengolah dan memproduksi cabe dan jumlah lahan untuk memproduksinya adalah faktor yang tidak kalah penting. Banyaknya jumlah pengangguran di Indonesia barangkali bisa diberdayakan sebagai sumber tenaga kerja. Selain itu, jumlah lahan pertanian Indonesia yang luar biasa juga mesti diberdayakan lebih optimal.

Hal yang sangat miris bagi Yohanes Chandra Ekajaya adalah ketika rasa malu karena bekerja dalam bidang pertanian juga harus diubah dan masyarakat secara luas maupun generasi muda harus lebih mempertimbangkan pekerjaan dalam bidang pertanian, tentunya dengan adanya perubahan perspektif disbanding masa lalu. Sebab tidak hanya di bidang industri, bidang pertanian tetap memiliki potensi nilai ekonomi yang tinggi.

Yohanes Chandra Ekajaya Kenalkan Hemat Sejak dari Kecil

Menabung bagaikan dua sisi mata uang. Di satu sisi, bisa menahan hawa nafsu konsumtif untuk membeli yang tidak diperlukan. Di sisi lain, bisa jadi penyemangat untuk mengumpulkan uang demi membeli produk impian.

Namun, menabung juga bisa dibilang perkara ‘susah-susah gampang’ jika tidak dibiasakan sejak dini. Jika sudah terbiasa menabung sejak kecil, menabung di kala dewasa menjadi lebih mudah.

Yohanes Chandra Ekajaya Duit

Yohanes Chandra Ekajaya, pegawai swasta di Jakarta, mengaku sejak kecil sudah terbiasa menabung. Sejak sekolah dasar (SD), orang tuanya mengajarkan menabung dengan menitipkan uang untuk di tabung di koperasi sekolah.

“Setiap hari, saya diberikan uang oleh ibu Rp 1.000 sampai Rp5.000 khusus untuk ditabung,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (29/1).

Ketika itu, ujar Yohanes Chandra Ekajaya, aktivitas menabung di koperasi sekolah itu memicu kompetisi dengan teman sekelas.

“Kalau nabung Rp5.000 dianggap orang kaya, yang jarang menabung disebut enggak punya uang. Dari situ, bersama teman-teman, kami bersemangat menabung walaupun masih dari uang orang tua,” ceritanya sambil tertawa kecil.

Selanjutnya, mulai kelas 5 SD, Yohanes Chandra Ekajaya menabung dari sisa uang sakunya sendiri, bukan titipan dari orang tuanya. Hijuannya untuk membeli mainan yang diinginkannya.

Yohanes Chandra Ekajaya Budget

Aktivitas itu berlanjut sampai dia kuliah, ketika Yohanes Chandra Ekajaya pertama kali berkenalan dengan bank. Dengan uang saku bulanan senilai Rp2 juta, pria ini mengelola uangnya agar pengeluaran benar-benar untuk kebutuhan seperti, makan, buku, tugas praktik, dan jatah hiburan.

Kebiasaan sejak kecil itu mengantarkan Yohanes Chandra Ekajaya untuk melanjutkan menabung saat sudah berkerja dan memperoleh penghasilan sendiri. Yohanes Chandra Ekajaya memilih menyimpan dananya di beberapa produk bank seperti, deposito dan tabungan berjangka.

BUKAN INVESTASI

Dia menjelaskan, deposito digunakan untuk menyimpan dana yang belum akan terpakai dalam jangka panjang, sedangkan tabungan berjangka digunakan agar bisa menyisihkan pendapatan bulanan secara otomatis ke rekening khusus produk bank tersebut.

“Kalau sudah kerja kan godaan konsumsinya semakin tinggi, jadi harus lebih ketat lagi pengelolaannya. Saya juga tidak memikirkan tingkat bunga deposito dan tabungan berjangka, karena tujuannya menabung bukan investasi,” jelasnya.

Yohanes Chandra Ekajaya Money

Bukan hanya Yohanes Chandra Ekajaya. Ririn, pegawai swasta di Ibukota, juga bercerita budaya menabung yang dimulai sejak dirinya mendapatkan celengan berbentuk bebek dari orang tuanya saat masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK). Tabungan itu digunakan untuk membeli sesuatu yang sangat diinginkannya.

“Ketika kelas tiga SD, saya sudah tidak menabung lewat celengan lagi, mungkin merasa sudah dewasa. Sejak itu, saya menyimpan uang tabungan di tempat khusus yang enggak perlu dipecahin kalau mau diambil,” ujarnya.

Ririn yang mulai berkenalan dengan bank pada saat kuliah itu menyebutkan, untuk saat ini dia memilih deposito selain tabungan reguler. “Alasannya pilih deposito lebih karena aman untuk menabung, terus dapat imbal hasil juga,” ujarnya.

Bila itu kisah menabung masa kanak-kanak dari generasi sebelum era Internet, maka kini bisa jadi berbeda. Untuk para pelajar, Otoritas Jaga Keungan (OJK) sebagai regulator jasa Jaga meluncurkan produk simpanan pelajar (Simpel).

Produk khusus pelajar ini juga mempunyai karakter berbeda dengan tabungan biasanya, yakni setoran awal Rp5.000 dan setoran selanjutnya minimal Rp 1.000 serta tidak ada biaya administrasi.

OJK menyebutkan, sampai Desember 2016, jumlah rekening Simpel mencapai tiga juta rekening dengan nominal Rp842,77 miliar. Sebelumnya, sampai September 2016, tercatat lebih dari 200 bank menyediakan produk khusus pelajar ini. Jumlah bank konvensional dan syariah yang menyediakan produk simpel mencapai 51 bank.