Chandra Ekajaya Peringati Hari Perempuan

Dokumen Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya sangat mengapresiasi keputusan Emma Watson saat memilih untuk tampil dalam balutan busana topless. Topless adalah sebuah gaya dimana model tidak mengenakan pakaian atas, atau istilah gampangnya adalah telanjang dada. Ternyata banyak masyarakat justru menghujat tindakannya tersebut. Bukan pujian tetapi malah kecaman yang berujung panjang.

Pemeran pembantu bintang utama di film Harry Potter ini mendapat tudingan sebagai wanita munafik. Ia mendapatkan tudingan itu bukan tanpa adanya alasan, sebab ia pernah memberikan pernyataan di depan beberapa media bahwa penampilan Beyonce yang saat itu tampil seksi dalam sebuah video klip merupakan tindakan anti feminis. Karena senang tampil seksi ujar Chandra Ekajaya.

Dokumen Chandra Ekajaya

Kini saat Emma Watson berani berpose topless, bahkan bisa dibilang mengumbar aurat, maka para feminis dan netizen menganggap artis ini menjlat ludahnya sendiri. Tetapi, “sang penyihir” ini pun tidak tinggal diam. Kemudian ia memberikan klarifikasi atas apa yang diperbuatnya. Baginya, banyak para feminis yang tidak mengetahui arti feminisme.

Emma Watson menyatakan kepada Chandra Ekajaya bahwa feminisme itu adalah mengenai pilihan. Dimana wanita berhak menentukan pilihannya. Jadi seksisme itu tidak berkaitan sama sekali dengan feminisme. Baginya feminisme itu adalah tentang kebebasan, pembebasan, dan kesetaraan. Di dunia yang masih belum dewasa ini banyak orang yang tidak memahami makna feminisme sebenarnya, sehingga ia sampai saat ini tidak mengerti hubungan antara payudara dengan feminisme.

Terkait dengan foto yang ia lakukan, ia mengaku bahwa dirinya sedang mengerjakan proyek seni artistik. Dimana foto yang diambil memang mengharuskannya telanjang dada. Kini ia pun selektif terkait dengan permintaan foto papar Chandra Ekajaya. Tetapi ia masih memberi kelonggaran dimana ia tidak akan berkata tidak kepada anak-anak. Karena itu adalah dunia yang membesarkannya.

Yohanes Chandra Ekajaya Ternyata Hobi Baca Buku

Yohanes Chandra Ekajaya menjadikan buku sebagai salah satu teman nya dan hobi. Hobi membaca buku menjadikan wawasan kita semakin bertambah dan mendapatkan informasi-informasi baru yang belum pernah kita tahu sebelumnya. Dengan membaca buku kita juga bisa lebih mudah mengenal sesuatu yang sebelumnya kita tidak tahu.

 

Hobi membaca bisa dibilang hobi yang sangat unik, bisa saja hobi membaca membawa kita menjadi memiliki hobi lain, Contohnya saja kita membaca buku bertemakan dengan traveling, maka kita akan tidak sengaja tumbuh hobi untuk traveling.

 

Yohanes Chandra Ekajaya merupakan orang yang sangat gemar membaca buku. Waktu kecil suka membaca buku komik. Doraemon, Dragon Ball bahkan sampai ninja hatori menjadi deretan komik yang menjadi kegemaran untuk dibaca. Bahkan Yohanes Chandra Ekajaya sempat dimarahi oleh orang tuanya Karen setiap hari membaca komik sampai mengganggu waktu belajarnya.

 

Semakin lama kelamaan seiring dengan pertambahan umur yang terjadi, segmen bacaan pun ikut berubah. Mulai dari bacaan tentang tokoh-tokoh insprasi, Novel, Bisnis dan Traveling menjadi bacaan yang tak pernah absen dibaca. Apalagi ketika mulai membaca Novel, imajinasi kita dilatih untuk membayangkan kejadian yang ada di dalam novel dan itu sangat asyik. Efek membaca novel bahkan bisa dapat dirasakan secara fisik, yaitu membuat seseorang meniru karakter di dalam novel tersebut dan mengaplikasikannya di dunia nyata.

 

Buku yang paling asyik hingga membawa Yohanes Chandra Ekajaya menjadi pebisnis dan pengusaha sukses adalah buku tentang bisnis. Buku mengenai bisnis pun terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu Kepemimpinan, Pemasaran, Keuangan, dan Manajemen. Buku-buku seperti ini menjadikan keinginan untuk memulai bisnis dan bagaimana langkah-langkahnya bisa ditiru. Dan dari situlah awal keinginan menjadi seorang pebisnis nantinya muncul. Menjadi pemilik dari perusahaan dan bisnis menjadikan kita memiliki kuasa penuh akan apa yang kita miliki dan tentu saja menjadi bosnya. Itulah yang di idam-idamkan orang kebanyakan.

 

Sampai sekarang pun Yohanes Chandra Ekajaya masih menjadikan hobi membaca sebagai rutinitas nya. Kebanyakan buku tentang tokoh dan bisnis menjadi buku yang sering dibaca. Namun sesekali membaca buku novel menjadi referensi ketika untuk bersantai. Memang setiap orang akan memiliki selera yang berbeda dalam bacaan bukunya. Tapi yang jelas buku yang dibaca bisa membawa dampak secara pola pikir terhadap pembaca nya.

 

Saran Yohanes Chandra ekajaya adalah bacalah buku yang sekiranya mampu membawa dampak yang baik bagi pola pikir kita. Apalagi jika bisa membawa dampak yang lebih baik bagi kehidupan pembacanya.