Chandra Ekajaya Peringati Hari Perempuan

Dokumen Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya sangat mengapresiasi keputusan Emma Watson saat memilih untuk tampil dalam balutan busana topless. Topless adalah sebuah gaya dimana model tidak mengenakan pakaian atas, atau istilah gampangnya adalah telanjang dada. Ternyata banyak masyarakat justru menghujat tindakannya tersebut. Bukan pujian tetapi malah kecaman yang berujung panjang.

Pemeran pembantu bintang utama di film Harry Potter ini mendapat tudingan sebagai wanita munafik. Ia mendapatkan tudingan itu bukan tanpa adanya alasan, sebab ia pernah memberikan pernyataan di depan beberapa media bahwa penampilan Beyonce yang saat itu tampil seksi dalam sebuah video klip merupakan tindakan anti feminis. Karena senang tampil seksi ujar Chandra Ekajaya.

Dokumen Chandra Ekajaya

Kini saat Emma Watson berani berpose topless, bahkan bisa dibilang mengumbar aurat, maka para feminis dan netizen menganggap artis ini menjlat ludahnya sendiri. Tetapi, “sang penyihir” ini pun tidak tinggal diam. Kemudian ia memberikan klarifikasi atas apa yang diperbuatnya. Baginya, banyak para feminis yang tidak mengetahui arti feminisme.

Emma Watson menyatakan kepada Chandra Ekajaya bahwa feminisme itu adalah mengenai pilihan. Dimana wanita berhak menentukan pilihannya. Jadi seksisme itu tidak berkaitan sama sekali dengan feminisme. Baginya feminisme itu adalah tentang kebebasan, pembebasan, dan kesetaraan. Di dunia yang masih belum dewasa ini banyak orang yang tidak memahami makna feminisme sebenarnya, sehingga ia sampai saat ini tidak mengerti hubungan antara payudara dengan feminisme.

Terkait dengan foto yang ia lakukan, ia mengaku bahwa dirinya sedang mengerjakan proyek seni artistik. Dimana foto yang diambil memang mengharuskannya telanjang dada. Kini ia pun selektif terkait dengan permintaan foto papar Chandra Ekajaya. Tetapi ia masih memberi kelonggaran dimana ia tidak akan berkata tidak kepada anak-anak. Karena itu adalah dunia yang membesarkannya.

Pengusaha Pariwisata Kian Sukses

Pengusaha Pariwisata Sukses - Pengusaha Pariwisata Kian Sukses

Di sebuah zaman dimana era globalisasi sudah sedemikian gencar maka industri pariwisata merupakan salah sektor bisnis yang akan bersinar. Banyak sekali para agen travel ataupun para pengusaha yang bergerak di sektor usaha ini berhasil mengepakkan sayap bisnisnya hingga berhasil membuat para pelancong dari Indonesia bepergian ke negara seperti Malaysia, Thailand, Singapore, Belanda, Inggris, Perancis, dan sebagainya. Salah satu pengusaha yang bergerak di sektor tersebut bernama Dedo dengan brand travelnya IMM Tour & Travel. Dedo menjelaskan bahwa sektor bisnis ini lebih menitikberatkan pada kualitas jasa pelayanan terhadap konsumen. Jadi jika pelayanannya sangat memuaskan, maka konsumen cenderung akan menggunakan kembali jasa travel mereka. Selain itu pria kelahiran Jakarta ini juga mempunyai program untuk mengenalkan potensi daerah di wilayahnya, misalnya Tangerang, Banten, Bandung, dan sebagainya, sehingga bisa memajukan perekonomian di wilayah tersebut. Nantinya para pelaku usaha kecil dan menengah dapat membuat produk kreatif yang bisa dijual kepada para pelancong.

Pengusaha Pariwisata Kian Sukses

Bagi Dedo selaku pengusaha pariwisata dan travel, yang menjadi sasaran bisnisnya adalah semua elemen masyarakat yang masih berusia produktif. Ia mencontohkan para pelajar dan pemuda. Baginya pelajar merupakan obyek bisnis yang sangat menjanjikan. Indonesia adalah sebuah negara yang mewajibkan masyarakatnya untuk menempuh sekolah selama 12 tahun. Bayangkan saja jumlah siswa dalam satu angkatan, kemudian berapa jumlah sekolah dalam satu kota, kabupaten, ataupun provinsi, dari pengandaian itu saja potensinya sangat menggiurkan. Sebenarnya bila merunut kisah hidup Dedo, maka ia mengidolakan seorang pengusaha muda. Pengusaha muda yang sukses tersebut bernama Chandra Ekajaya. Menurut Dedo, pria kelahiran Malang, Jawa Timur tersebut sangat menginspirasi banyak pemuda untuk tumbuh dan berkembang menjadi wirausahawan, bahkan pengusaha. Ia membuktikan bahwa perkataan pengusaha Chandra Ekajaya sangat realistis dan bisa dikerjakan oleh siapapun. Hanya saja diperlukan tekad, niat, dan semangat juang yang gigih supaya para pemuda bisa meraih keinginan, impian, dan cita-citanya menjadi pengusaha yang sukses, yang dapat memajukan perekonomian daerah dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Chandra Ekajaya Digital Marketing Kemajuan Teknologi Cara Jitu Kembangkan Produk

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya di era teknologi ini memang bisa dikatakan bahwa semuanya serba menggunakan teknologi. Penggunaan teknologi sudah menyasar segala aspek kehidupan manusia saat ini. Terlebih saat ini informasi sudah sangat mudah di dapatkan, bahkan orang yang berada di pelosok daerah pun bisa sangat dengan mudah mengakses informasi di perkotaan bahkan informasi yang ada di dunia.

Perkembangan tekonologi ini juga dimaksimalkan oleh para pengusaha dan penggiat bisnis Chandra Ekajaya tidak mau ketinggalan juga. Mereka berlomba-lomba memanfaatkan teknologi untuk digunakan sebagai wadah atau media penjualan dan pemasaran produk atau yang lebih dikenal dengan digital marketing.

Dok.Chandra Ekajaya

Banyak pengusaha yang saat ini mulai memaksimalkan digital marketing sebagai salah satu strategi mengembangkan bisnis. Penggunaanya pun sangat bisa dikatakan kreatif , memaksimalkan media online salah satunya media sosial. Ini juga yang dilakukan oleh pengusaha Chandra Ekajaya dalam salah satu strategi jitu mengembangkan bisnis miliknya. Kesuksesan Q Pizza, You and Me fashion dan Oil Crot bahkan purwoceng semuanya menggunakan digital marketing terutama media sosial. Pemanfaatan media sosial sudah sejak awal digunakan dalam mengembangkan bisnis, salah satu yang menjadi ujung tombak pengenalan produk adalah media sosial. Penggunaan media sosial atau media online bisa dikatakan tepat, cepat dan pastinya murah.

Kemudahan yang diberikan dalam penggunaan media online menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para pelaku bisnis dan pengusaha. Media digital digunakan dengan sangat gencar untuk meraih awareness publik. Kemudahan berkomunikasi, penyampaian pesan yang dua arah, sistem penyampaiannya yang real time, semua itu menjadikan media sosial sebagai senjata wajib para pengusaha tak lepas Chandra Ekajaya pun melakukannya juga.

Bahkan kedepanya pemanfaatan media digital marketing bisa digadang-gadang akan mengalahkan pemanfaatan bisnis secara online. Dalam bisnis tertentu memang saat ini bisa dikatakan media online sudah mengalahkan penggunaan media offline. Namun ada beberapa bidang bisnis yang tidak bisa memanfaatkan media digital marketing dalam pemaksimalan bisnis. Bukan perkara yang sulit untuk menjadikan pergeseran sistem ini, teknologi dari tahun ketahun semakin pesat perkembanganya, jadi tidak ada kemustahilan yang terjadi kedepanya ketika berbicara soal teknlogi dan pemanfaatanya.

Chandra Ekajaya Raup Untung Besar Lewat Peternakan Ayam Kampung

Dok.Chandra Ekajaya

Disela sela kesibukan Chandra Ekajaya menjalankan Qpizza nya, pria kelahiran malang 30 tahun silam ini menghabiskan waktunya di kandang ternak ayam kampung miliknya di pekarangan belakang rumahnya di  kota Batu, Malang. Kebanyakan masyarakat mengira usaha beternak ayam kampung hanya usaha sampingan saja padahal jika ditekuni secara serius dapat menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah per bulannya.

Berawal dari iseng mencoba membesarkan ayam kampung 20 ekor Chandra Ekajaya kemudian mulai belajar menernaknya kemudian membesarkan hingga ayam benar-benar siap untuk di jual dipasaran. Belajar dari pengalamanya selama mebesarkan hingga menernaknya dari bertelur hingga menjadi ayam dewasa siap kosumsi inilah tergerak jiwa bisnis Chandra Ekajaya untuk menambah modal guna memperbesar usahanya beternak ayam kampung.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya memilih ayam kampung sebagai focus ternaknya dikarnakan ayam kampung meiliki tinggkat kekebalan terhadap penyakit yang bagus dan tahan terhadap cuaca extreme walaupun dibutuhkan waktu lebih lama daripada pembesaran ayam potong maupun ayam kampung super. Jatuh bangun pun dialami oleh dirinya diawal tahun dia membangun usahanya. Mulai dari ada yang mati bibitnya hingga tertipu dalam pengadaan bibit dimana dirinya membeli bibit dan hampir 35 % bibitnya mati di minggu pertama dikarnakan kualitas bibit yang kurang bagus.

Kesuksesan Chandra Ekajaya sekarang ini tak kurang dirinya dapat menghasilkan 10.000 DOC (anak ayam umur satu hari), 20.000 telur dan setidaknya 2000 ayam siap konsumsi tiap 3 minggunya.  Dengan harga jual DOC Rp.4000 – Rp.5000 per ekor, Rp.1200 – Rp.1500 per butir telur dan Rp30.000 – Rp.40.000 /Kg untuk ayam siap konsumsi. Tak kurang dari Rp100 juta penghasilanya setiap bulannya ini pemilik Qpizza ini tetap menjalankan berbagai macam usahanya secara tertata dan termanajemen degan bagus. Chandra Ekajaya berprinsip segala kesuksesan itu tidak harus melalui bangku sekolah , walaupun dirinya pernah putus sekolah dan karirnya dibidang study kurang bagus namun dirinya tetep positif thinking dalam menjalani hidupnya kedepan. Dengan semangat dan kerja kerasanya serta ketekunannya dalam menjalankan bisnis kini dirinya menjadi seorang pengusaha sukses yang dapat membangakan nama kedua orang tuanya.
Baca juga artikel lainya mengenai Chandra Ekajaya yang tidak kalah menarik.

Chandra Ekajaya Putar Roda Bisnis

Chandra Ekajaya Restoran

Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa sektor bisnis kuliner tidak akan pernah mati. Sektor bisnis ini akan terus berputar laksana roda yang terus dikayuh tanpa henti. Salah satu bentuk sekaligus bukti bahwa bisnis di sektor ini tidak pernah adalah kuliner makanan tradisional. Meskipun sudah termakan usia, tetapi makanan tradisional tetap mampu bertahan di tengah gempuran-gempuran makanan modern dan cepat saji. Memang kudapan modern serta asing yang masuk ke Indonesia dibungkus dengan promosi yang sangat gencar, sehingga makanan asing itu terkesan mewah dan lezat, padahal bila dibandingkan dengan kelezatan dan kenikmatan makanan tradisional, sudah pasti siapa yang unggul!

Negara ini dianugerahi dengan puluhan ribu pulau, baik pulau-pulau yang besar maupun pulau-pulau yang kecil. Selain itu penduduk dari negara ini terdiri dari berbagai macam etnis dan suku bangsa yang jumlahnya sangat banyak. Hal ini dilihat dari pakaian adat, bahasa daerah, serta makanan tradisional para etnis atau suku bangsa tersebut. Potensi inilah yang ingin dimaksimalkan dan dioptimalkan oleh pebisnis kuliner satu ini. Ia sedang mencanangkan konsep restoran yang menyajikan seluruh makanan tradisional di Indonesia. Sehingga masyarakat sekaligus penduduk negara ini pun bisa memahami bahwa karakter serta ciri khas tiap-tiap etnis dan suku bangsa sangat berbeda. Tetapi yang luar biasa adalah etnis dan suku bangsa yang berbeda itu bisa bersatu dengan landasan Pancasila dan dipayungi slogan Bhineka Tunggal Ika.

Sesuai dengan dasar dan slogan bangsa dan negara ini, maka pebisnis ini ingin mewujudkan konsep restoran yang menggunakan rasa persatuan dan nasionalisme. Sasarannya justru masyarakat Indonesia dan masyarakat asing. Bayangkan saja jika orang luar negeri bisa merasakan gudeg, rendang, gulai ayam, tongseng, opor telur, dan sebagainya. Lidah mereka pasti akan merasakan nikmatnya makanan-makanan tradisional. Selain itu koki-koki atau pemasaknya adalah ibu-ibu kampung yang memang sengaja dijadikan karyawan supaya konsep restoran berjalan. Alasan yang paling mendasar mengambil ibu-ibu dari kampung sebenarnya sangat sederhana, yakni karena masakan ibu-ibu tersebut enak.

Restoran Chandra Ekajaya

Proses pembuatan makanan tradisional akan lebih nikmat dan lezat jika proses pembuatannya pun menggunakan cara tradisional. Maka dari itu pilihan jatuh kepada ibu-ibu kampung yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka sangat mengerti bagaimana meracik bumbu dan memasak makanan tradisional sesuai dengan apa yang dulu telah dilakukan oleh nenek moyang. Pilihan tepat, karena selain mendapatkan cita rasa masakan yang berkualitas tinggi, ia juga dapat membantu para warga kampung yang kebanyakan pendatang. Restoran miliknya pun mendapatkan profit yang lebih banyak karena restorannya mempunyai konsep, dan hal yang paling penting dari restoran adalah rasanya enak!

Menurut ilmu perekonomian saat ini, bisnis kuliner bisa dimasukkan ke dalam cabang atau pun sub-industri dari restoran. Tetapi hal ini berbanding terbalik dengan pengertian yang dipahami oleh masyarakat luas. Masyarakat justru memahami bahwa restoran merupakan bagian atau pun sub dari sektor bisnis kuliner. Tetapi pemahaman yang terbalik ini tidak terlalu berpengaruh bagi berputarnya roda perekonomian. Sebab, selama restoran masih menyajikan makanan-makanan yang unik atau mempunyai ciri khas tersendiri, maka restoran tersebut akan selalu ramai. Setidaknya itulah pendapat yang diberikan pengusaha Chandra Ekajaya selama menekuni bisnis restorannya.

Setiap harinya restorannya selalu dikunjungi oleh para tamu dari luar negeri. Kebanyakan berasal dari benua Eropa dan Amerika. Sedangkan untuk benua Asia lebih banyak didominasi oleh warga negara Jepang. Ini menunjukkan bahwa negara Indonesia merupakan sebuah negara yang banyak dikunjungi oleh warga negara asing. Selain karena indahnya alam serta keseniannya, yang paling dicari dari negara ini adalah makanan khasnya, yaitu makanan-makanan tradisional.

Pebisnis restoran ini merupakan salah satu dari sekian banyak pebisnis yang bergerak di sektor restoran tetapi melakukan pergerakan yang visioner dan progresif. Menjadikan ibu-ibu kampung yang asal wilayahnya berbeda-beda sebagai koki atau chef untuk restorannya merupakan langkah yang harus didukung dan diacungi jempol. Meskipun banyak yang tidak berani menirunya, karena menurut mereka nantinya strategi seperti itu akan membuat biaya operasional membengkak karena terlalu banyak pegawai. Tetapi pebisnis ini tidak menyalahkan mereka yang tidak paham dengan konsep bisnis restorannya. Justru karena ia menerapkan konsep seperti itu, maka konsumen dan pelanggan terus mengalir bagaikan air terjun yang turun dari langit kahyangan.

Hal yang mungkin tidak terpikirkan oleh pebisnis lain yang bergerak di sektor yang sama adalah dirinya menerapkan sistem yang sama di semua restoran miliknya. Baik yang berada di dalam negeri dan luar negeri, khususnya di hotel-hotel dan tempat-tempat strategis nan ramai, biasanya berada di jantung pusat kota. Itulah strategi yang membuat nama restoran miliknya cepat menyebar menjadi viral kuliner dan restoran yang sangat dicari oleh seluruh wisatawan, baik domestik maupun luar negeri.

Kini restoran miliknya bisa dibilang menjadi acuan bagi para wisatawan untuk mendapatkan kuliner-kuliner khas Nuswantara, terutama masakan dan makanan tradisional. Nilai plus inilah yang tidak dimiliki oleh pebisnis yang lain karena mereka masih takut terhadap risiko akan nilai operasional yang tinggi. Tetapi bagi dirinya, risiko itu setara penghasilan dan apresiasi yang ia dapatkan kini. Ia banyak memperoleh penghargaan yang terkait dengan pengelolaan bisnis dan manajemen restoran. Selain itu ia juga mendapatkan penghargaan sebagai pelestari masakan dan makanan tradisional Indonesia.

Chandra Ekajaya Restoran

Kemudian yang membedakan restoran miliknya dengan restoran yang lain adalah sambal. Restoran miliknya menawarkan berbagai macam sambal, dari sambal yang terasa manis khas Yogyakarta, hingga sambal pedas seperti sambal bawang. Varian-varian sambal yang lain pun juga disediakan, misalnya sambal tomas, sambal terong, atau pun sambal pete, dan sebagainya. Ini membuktikan bahwa masakan dan makanan tradisional beserta sambal merupakan indikator perkembangan dunia kuliner di Indonesia. Bahkan untuk generasi saat ini, berburu kuliner yang lezat dan nikmat sudah menjadi tren, lifestyle, dan gaya hidup kekinian. Bila mereka datang ke restoran ini, maka mereka tidak akan kesulitan, karena di restorannya menyediakan berbagai macam makanan yang enak dan lezat.

Selain masakan dan makanan tradisional serta sambal yang menjadi andalannya. Restoran miliknya ini menawarkan makanan yang menyehatkan. Jadi tidak perlu khawatir dengan kesehatan. Restoran ini menjamin bahwa gaya hidup sehat merupakan prioritas utama, sehingga bahan-bahan yang dipilih pun merupakan bahan pilihan yang diimpor langsung dari tempat terbaik. Kemudian mengenai cara atau proses pembuatan yang menggunakan cara tradisional, alat-alat atau pun piranti yang digunakan untuk membuat makanan tersebut sudah dipastikan bersih serta higienis. Maka mengenai kesehatan dan gaya hidup sehat, restoran ini menjadi pilihan tepat.

Pebisnis yang sudah lama bergelut di bidang restoran dan kuliner ini berhasil terus memutar roda perekonomiannya. Ia tidak ingin roda itu berhenti di tengah jalan.

Baca juga  artikel lainya mengenai pengusaha Chandra Ekajaya yang pastinya tidak kalah menarik.

Chandra Ekajaya Pengusaha Sukses Toko Sembako

Chandra Ekajaya Pengusaha Sukses Toko Sembako

Tidak ada yang tahu tentang nasib seseorang kalau dirinya sendiri tidak berusaha mencari dan berusaha mengerjakannya. Itulah kata kata Pengusaha Sukses Chandra ekajaya menjelaskan kepada kami. Chandra ekajaya dulu adalah seorang guru di salah satu guru sekolah menengah kejuruan di Kota Jogjakarta. Dengan kurang lebih dengan gaji 300.000 pada tahun 1990an. Menjalani profesinya sebagai guru yang belum menjadi pegawai negeri sipil mungkin akan kurang untuk menghidupi keluarganya di Kota besar. Dia harus bisa mencukupi isteri dan kedua orang anaknya.

Berawal dari inisiatif seorang pembantu rumah tangganya yang saat itu merawat anak ke dua bilang ke Pak Chandra ekajaya untuk dibuatkan warung sembako kecil kecilan agar dirinya ada aktifitas lain dikala senggang. Chandra ekajaya pun langsung memikirkan usulan dari si pembantunya tersebut. Ide yang sangat menarik dan dikala itu peluang tersebut belum banyak di sekitar dia tinggal. Tidak berpikir panjang lagi dia menyekat garasi rumahnya dan disitulah warung tersebut di buka. Pembantunya merasa senang karena ada kegiatan lain selain menjaga anak kedua dari Pak Chandra Ekajaya.

Banyaknya mahasiswa yang tinggal di area Chandra ekajaya tinggal sangat sekali prospek untuk menjalankan usaha. Toko pak Chandra ekajaya di banjiri mahasiswa dan masyarakat sekitar untuk membeli bahan bahan sehari hari. Apa yang di hasilkan saat itu memutuskan dirinya untuk berhenti mengabdi dan fokus mengurusi tokonya tersebut. Kesuksesannnya semakin dekat dengan dia sudah bisa membeli ruko di pinggir jalan dengan harga Rp. 57 Juta. Karyawannya bertambah dan mempunyai tugas sendiri sendiri. Semakin lama tokonya semakin ramai dan pada tahun 2003 bisa membeli 1 unit mobil, dan tahun 2008 Pengusaha sukses Chandra ekajaya bisa membuat rumah seharga Rp. 500 jt. Sukses mengantarkan anaknya untuk belajar di SMP N 1 Yogyakarta, SMA N 1 Yogyakarta.

Pengusaha Chandra ekajaya berhasil melebarkan sayap usaha nya ke bidang rumah makan dan fotokopi. Hal yang sangat penting di perhatikan disini kita hidup dan berusaha membutuhkan proses. Berhasil di bidang usaha dengan Pengusaha sukses Chandra ekajaya berhasil mengantarkan anak pertamanya lulus S2 kedokteran UMY dan dirinya juga Lulus dengan gelar M.pd.

Baca juga berbagai artikel lainya mengenai pengusaha Chandra Ekajaya .

Chandra Ekajaya Pengusaha Kambing Etawa “Dari etawa jadi ketawa”

Dok.Chandra Ekajaya

Berangkat dari hobi, Chandra Ekajaya pengusaha sukses asal Malang Jawa Timur ini memutuskan untuk membuka bisnis peternakan kambing etawa di kawasan Malang Jawa Timur. Kambing etawa merupakan salah satu jenis kambing unggulan dan memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi, hal ini karena jenis ini berbeda dengan jenis kambing lokal lainya.

Dok.Chandra Ekajaya

Usahanya ini dimulai pada tahun 2013, berawal dari hobi akan hewan ternak, Chandra Ekajaya membuka peternakan etawa. Awal usahanya dirinya membelin indukan etawa di kawasan Garut Jawa Barat. Garut menjadi salah satu kawasan peternakan etawa terkenal di Indonesia.

Dok.Chandra Ekajaya

Ketika memulai bisnis pasti ada saja rintangan dan hambatan yang menghadang di depan, itulah yang dialami oleh Chandra Ekajaya. Salah satu rintanganya adalah kendala penyediaan bibit yang unggul untuk menghasilkan susu berkualitas tinggi. Selain itu, keterbatasan pakan ternak yaitu rerumputan juga menjadi kendala lain. Kondisi ini memkasa dirinya untuk membatasi jumlah kambing yang diternakkan.

Saat ini di peternakan miliknya di kawasan Malang Jawa Timur, Chandra Ekajaya sudah memiliki 50 ekor kambing etawa. Dari jumlah tersebut, baru 20 ekor yang produktif menghasilkan susu. Di mana dalam sehari 20 ekor kambing tersebut mampu memproduksi susu sekitar 15 hingga 20 liter. Harga perliter susu berkisar antara Rp 45 ribu. Bukan hanya susu saja, kambing etawa juga memiliki nilai keonomis lain seperti daging kambing, dan anakan kambing yang dapat dijual.

Untuk masalah pakan Chandra Ekajaya tidak kebingungan selain makan rumput-rumputan alami, dirinya juga melakukan daur ulang limbah tahu dimanfaatkan untuk campuran pakan kambing etawa. Juga setiap bulan  rutin dilakukan pengecekan kesehatan kambing agar bisa terpantau kesehatan kambing tersebut dan menghasilkan susu murni yang berkualitas.

Dengan kesuksesan yang di capai Chandra Ekajaya saat ini, dari peternakan miliknya juga bisa memperdayakan masyarakat sekitar untuk bekerja di peternakan. Dirinya juga berniat untuk kembali mengembangka bisnisnya dengan memeperluas peternakan miliknya saat ini dan juga membuat peternakan baru di kawasan Garut Jawa Barat. Keinginan ini sudah mulai terealisasikan dengan mulai menjalin kerjasama dengan peternak dari Kawasan Garut.

Baca juga  artikel lainya mengenai pengusaha  Chandra Ekajaya yang tidak kalah menarik.

Mantap Praja dan Rahsa Keadilan Pilkada

dok.chandraekajaya

PENGAMANAN Pilkada lewat operasi “Mantap Praja” di tujuh provinsi dan 94 kabupaten/kota di Indonesia sukses digelar. Kapolri dengan lugas tegas mengatakan di depan Komisi m DPR (Rabu 22/2/2017): Dan dalam konteks itu beliau mengingatkan: “Kami melakukan conditioning pengamanan bukan conditioning memenangkan pasangan tertentu”.

Hal mana berhasil mengamankan proses pencoblosan 15 Februari di seluruh penjuru tanah air. Namun jajaran Polri tetap waspada dan mengantisipasi kerawanan pada masa penghitungan suara. Teristimewa pontesi dan aksi kekerasan pada pada beberapa daerah di negri ini,, yang memperlihatkan fenomena ketidakpuasan dan kegaduhan politik di antara warga pemilih akibat adanya dugaan penipuan dan menguatnya nafeu kekerasan.

Tulisan berikut mencoba menelisik makna filosofis mantap praja dan rasa keadilan dan diakhiri dengan pertanyaan kecfl yang dimodifikasi dari seorang penyair dunia yang bemama Bertold Biecht “Buat Mereka yang tergoyah” Mantap Praja “Praja” adalah kata Jawa Kuno yang menunjuk pada energi pengertian yang berpusat pada ‘anak tanah’, ‘pribumi’, ”rakyat’, dan ”kerakyatan’. Dalam tradisi kepemimpinan Katolik di Indonesia kata dahsyat ini juga digunakan sebagai indentitas bagi para “pastor pribumi” yang tidak rangkap tugas dan panggilan sebagai para biarawan yang transnasional yang boleh bekerja di seluruh penjuru bumi.

Dengan demikian, Polri yang “mantap praja” adalah Polri yang mantap menyadari jatidirinya sebagai anak kandung pribumi NKRI, yang terpanggil untuk serius merawat ketertiban hidup rakyat dalam negri fnagi tana’), dalam berbangsa, bernegara dan bermasyarakat berdasarkan sumber nilai dan hukum dasar Pancasila dan UUD 45.

Hal mana diaktualkan dalam dan melalui kode etik dan kode perilaku kepolisiannya yang selaras ruang, waktu, relasi, posisi, dan disiplin ke-wenangannya. Mereka didoakan untuk mantap ada dan menjadi bayangkara Negara, yang sadar berasal dari rakyat dan mengabdi untuk membela damai sejahtera, keadilan dan kebenaran, dan sukacita kemanusiaan Nusantara, sebagaimana dirayakan dalam pesta demokrasi Pilkada.

Proses Pilkada dan hasil pesta demokrasi Pilkada tidak selalu berjalan sesuai dengan ‘rasa keadilan’ (sensus justitia) yang berlaku universal Karena itu ada potensi kerawanan dan realitas konfliktif di tengah rakyat yang berbeda pilihan politiknya. Hal mana mempengaruhi kelezatan buah Pilkada dan pemenuhan janji politik dari pasangan yang terpilih untuk memimpin negri.

Dalam konteks seperti ini, terisitime-wa adanya fakta kecurangan, kiranya kita patut mendukung himbauan Kapolri di atas yaitu: “Kalau tidak puas gunakan jalur hukum ke MK”. Apa yang telah diputuskan oleh MK (Mahkamah Konstitusi) tentang hasil Pilkada itu wajib dikawal oleh Polri dan diterima oleh seluruh komponen gatra bangsa. Polri melakukan aksi afirmasi berbasis komitmennya pada  hukum dalam pesta demokrasi Pilkada.

dok.chandraekajaya

Rahsa Keadilan

Rasa atau rahsa dalam perspektif filsafat Jawa (Sindhunata, 2001) dominan terkait dengan tenunan dimensi afektivitas dalam jati diri insani yang menerima dengan pasti kebenaran (dimensi intelektualitas) dari sesuatu. Dalam dunia pendidikan, konsep rahsa ini terkesan mirip dengan pandangan filsuf John Henry Newman tentang illative sense yaitu ‘rasa pengenalan yang mencerahkan’ (illuminasi) tentang sesuatu, baik menyangkut kekurangan dan kelebihan, kelemahan dan kekuatan dari sesuatu, d 11, yang mengadaikan adanya kemungkinan dan batas-batas ruang lingkup perspektif dan perwujudannya.

Semacam “phronesis” sebagaimana diwartakan Aristoteles, yakni sebentuk kebijaksanaan, yang di satu sisi mengakui keterbatasan pengetahuan kita tentang sesuatu dan di sisi yang lain kita memperoleh kepastian (pencerahan) tentang kebenaran real tentang sesuatu dari aspek tertentu, yang ada dalam ruang lingkup terbatas tersebut Dalam dan melalui ruang lingkup itu manusia memiliki rasha tentangnya. Orang Bajawa/NageKeo/ Ende Lio bilang:

“Ja’o rasha” Bagaimana hal itu diterapkan dalam konteks “rasa keadilan” dalam pesta demokrasi Pilkada di NKRI? Dalam refleksi Ja’o, penilaian tentang rahsa keadilan itu sebaiknya mempertimbangkan perspektif  ruang lingkup keadilan dari para pihak yang terlibat aktif dalam tindakan demokrasi Pilkada itu. Secara akderrak sekurang-kurangnya ada lima jenis ruang lingkup keadilan. Yaitu (1) keadilan distributif (ketepatan pembagian); (2) keadilan komutatif (kesamaan kesempatan); (3) keadilan hukum (kesamaan perlakuan hukum/aturan); (4) keadilan prosedural (kesamaan pelaksanaan pro-sedural); dan keadilan sosial (terkait dengan kesamaan status sosial berasis status personal).

Dalam konteks NKRI dewasa ini, sumber nilai dan penilaian bersama bagi seluruh rakyat dan segenap tumpah darah Indonesia dari Sabang sampai Merauke untuk semua jenis keadilan itu adalah nilai Pancasila dan UUD 45 yang telah diamandemen. Karena itu pemahaman dan perjuangan yang terkait dengan rahsa keadilan distributif, rasa keadilan komutatif, rasa keadilan hukum, rasha keadilan prosedural, dan rasha keadilan sosial yang dikawal Polri dalam Pilkada itu, sepatutnya tidak dimaknai dengan sumber nilai yang lain, seperti nilai etnik Anda dan nilai agama Anda. Aneh tapi nyata, karena masih saja ada saudara sebangsa (Parpol dan DPR), yang dalam konteks demokrasi Pilkada, gemar menikmati politisasi, komersialisasi, dan vulgarisasi nilai agama dan etiniknya di pentas peradaban Indonesia Raya.

Ayat-ayat tuturan adat dan tuturan suci lainnya dipakai untuk kepentingan politik pragmatis Pilkada dan penyelenggaraaan berbangsa dan bernegara pada umumnya yang tidak memenuhi syarat “rasha keadilan’.

Buat rekan yang tergoyah, yang pilihannya kalah dan mungkin dalam penyelengggaraan kepemimpinan baru selanjutnya digeser atau digusur baiklah kita menikmati beberapa penggalan modifikasi puisi Bertold Biecht berikut Ada seorang kawan bilang:
Sekarang setelak sekian 1ama membanting tulang Kita malah terjerumus dalam kesukaran Yang lebih parah dari pada awal perjuangan

Makin sedikit kawan kita

Makin tak keruan tutur kata dan tindakan kita

Apakah kita hanyalah yang tersisa

Tunggulah terlempar keluar dari Nusantara.

Baca juga  artikel lainya mengenai  Chandra Ekajaya yang tidak kalah menarik.

Dua Pencuri Sawit PTPN3 Rambutan Dibekuk

Dua di antara tiga tersangka pencuri sawit milik PTPN3 Rambutan dibekuk petugas Bawah Kendali Operasi (BKO) Polri serta intel kodim, Rabu (1/3) sore. Ketiga tersangka, Rommy Tanjung  Erwin dan M Efendi Damanik, kesemuanya warga Lingkungan I, Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Kecamatan Rambutan.

Dua Pencuri Sawit PTPN3 Rambutan Dibekuk

Di antara ketiganya, M Effendi Damanik yang merupakan residivis terpaksa ditembak karena melawan menggunakan senjata tajam, sedangkan Erwin berhasil melarikan diri.

Inforamasi dihimpun wartawan melalui Kasi Propam Polres Tebingtinggi Iptu Yan Bert Hutagalung didampingi Kasubbag Humas AKP MT Sagala, Kamis, membenarkan peristiwa penembakan pelaku pencurian sawit milik PTPN3 Kebun Rambutan di areal Blok 300 Af-deling I Pondok Ringin Desa Paya Bagas, Sergai.

Dijelaskannya, kejadian berawal saat petugas pengamanan kebun (centeng) melakukan patroli di lingkungan kebun melihat lima lelaki pencuri sawit, yakni Erwin, Romy dan Effendi mengendarai becak bermotor mengangkut janjangan sawit.

Dua Pencuri Sawit PTPN3 Rambutan Dibekuk

Lantas, centeng yang melihat itu menginformasikannya ke intel kodim yang bertugas di PTPN3 serta anggota BKO Polri yang langsung turun ke lapangan guna menangkap ketiga pelaku.

Namun saat petugas akan mengamankan ketiganya, salah seorang pelaku, Effendi Damanik melawan dan melarang membawa ketiga pelaku bersama barang bukti.

Setelah melepaskan tembakan peringatan tiga kali agar menyerahkan diri namun tetap tak digubrik, akhirnya petugas melepaskan tembakan mengarah ke paha kanan Effendi sehingga berhasil dilumpuhkan dan selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Sri Pamela di Jalan Sudirman Tebingtinggi.

Seorang pelaku, Romy Tanjung, ditangkap tanpa perlawanan. Sedangkan seorang lagi, Erwin, berhasil melarikan diri. Saat dimintai keterangan, Rommy mengaku saat beraksi mereka membawa tiga senjata tajam berupa sangkur, parang panjang dan samurai yang digunakan untuk mengancam petugas.

Diakui Rommy, dia pernah dihukum lima bulan penjara akibat berkelahi, sedangkan Effendi Damanik pernah dihukum sembilan bulan penjara dalam kasus penyiraman bensin ke tubuh petugas brimob saat ketahuan mencuri sawit milik PTPN3 Kebun Rambutan.

Baca juga  artikel lainya mengenai  Chandra Ekajaya yang tidak kalah menarik.

Tindakan Kriminal Terhadap Pengamen

dok.chandraekajaya

Malam itu Kholidin menutup warung nasinya lebih cepat. Hujan yang mengguyur menjadi alasan. Sekitar jam 7.30 malam itu, pria asal Tasikmalaya, Jawa Barat itu mulai berbenah.

Setelahnya, ia lanjut ibadah di lantai dua rumah sekaligus tempat jualannya. Baru selesai berdoa, tiba-tiba terdengar suara keramaian di depan warungnya.

“Habis shalat, saya dengar ada suara orang ramai-ramai di depan. Tapi saya cuekin saja,” ujarnya kepada Lampu Hijau, Minggu (26/2). Seiring Kholidin abaikan, suara keramaian semakin lantang terdengar. Karena itu, setelah menyelesaikan ibadahnya, penjaja masakan Sunda itu akhirnya memutuskan menengok asal-usul suara.

“Saya turun, eh taunya banyak orang pada berkerumun di depan warung saya. Pas saya lihat, ada pemuda luka berdarah, tergeletak. Itu sekitar jam 8 lewat,” kata dia. Menurut Kholidin, pemuda itu ketika pertama kali ia saksikan itu masih bernyawa. Pemuda tersebut diketahui bernama Tengku Muhammad Murdiansyah. Cowok 23 itu berprofesi pengamen. Namun, tak lama berselang ia tiada. Hal ini dipastikan oleh warga yang sempat mengecek jantung dan nadinya.

Penyebab kematian Tengku cukup mengerikan. “Lukanya di leher, kayak digorok gitu,” ucapnya. Di samping jasad Tengku, didapati tergeletak biola. Alat musik itu dalam keadaan hancur. Lalu, para pengamen yang biasa nongkrong di kolong fly over Tanjung Barat, Jakarta Selatan datang dan mengerubungi jasad Tengku.

“Jadi teman-temannya sesama pengamen teriak, Tengku mati. Tengku mati. Ada yang nangis juga,” papar dia. Kholidin yang mengaku ketakutan dengan kejadian itu, memilih masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian polisi yang tiba di lokasi, memasang garis polisi di TKP.

Kanit Reskrim Polsek Metro Jagakarsa, Iptu Sofyan Suri, menjelaskan Tengku tewas setelah berduel satu lawan satu. Anak jalanan tersebut meregang nyawa setelah dilukai perut dan lehernya menggunakan pisau.

“Sebelumnya korban sempat ditusuk di perut, lalu kabur. Nah ketika ketangkap lagi sama pelaku, baru dilukai lehernya,” ujarnya ketika dihubungi.

Biola yang rusak, diduga menjadi senjata Tengku melawan pelaku. Kendati begitu, belum jelas identitas pelaku. Pun halnya dengan motif yang menyebabkan aksi baku bunuh tersebut. Pengungkapan menjadi terhambat, lantaran dari kedelapan saksi yang diperiksa hanya menyaksikan Tengku sudah tergeletak tak bernyawa.

“Kami periksa 8 saksi dari rekan sesama pengamen, mereka bilang nggak tahu siapa pelaku. Penyebabnya dan ketika korban lari dikejar pelaku juga nggak tahu. Mereka hanya tahu ketika korban sudah geletak di jalan ” tutur Sofyan.

Namun demikian, polisi mengaku telah mengetahui orang-orang yang dicurigai sebagai pelaku. “Tapi belum bisa kita sampaikan. Doakan saja dalam waktu dekat tertangkap,” tandasnya. Jenazah Tengku kini disemayamkan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Hingga berita dibuat, belum ada keluarga yang menjemput jenazah.

Baca juga berbagai artikel lainya mengenai Chandra Ekajaya yang tidak kalah menarik.