Tindakan Kriminal Terhadap Pengamen

Malam itu Kholidin menutup warung nasinya lebih cepat. Hujan yang mengguyur menjadi alasan. Sekitar jam 7.30 malam itu, pria asal Tasikmalaya, Jawa Barat itu mulai berbenah.

Setelahnya, ia lanjut ibadah di lantai dua rumah sekaligus tempat jualannya. Baru selesai berdoa, tiba-tiba terdengar suara keramaian di depan warungnya.

“Habis shalat, saya dengar ada suara orang ramai-ramai di depan. Tapi saya cuekin saja,” ujarnya kepada Lampu Hijau, Minggu (26/2). Seiring Kholidin abaikan, suara keramaian semakin lantang terdengar. Karena itu, setelah menyelesaikan ibadahnya, penjaja masakan Sunda itu akhirnya memutuskan menengok asal-usul suara.

“Saya turun, eh taunya banyak orang pada berkerumun di depan warung saya. Pas saya lihat, ada pemuda luka berdarah, tergeletak. Itu sekitar jam 8 lewat,” kata dia. Menurut Kholidin, pemuda itu ketika pertama kali ia saksikan itu masih bernyawa. Pemuda tersebut diketahui bernama Tengku Muhammad Murdiansyah. Cowok 23 itu berprofesi pengamen. Namun, tak lama berselang ia tiada. Hal ini dipastikan oleh warga yang sempat mengecek jantung dan nadinya.

Penyebab kematian Tengku cukup mengerikan. “Lukanya di leher, kayak digorok gitu,” ucapnya. Di samping jasad Tengku, didapati tergeletak biola. Alat musik itu dalam keadaan hancur. Lalu, para pengamen yang biasa nongkrong di kolong fly over Tanjung Barat, Jakarta Selatan datang dan mengerubungi jasad Tengku.

“Jadi teman-temannya sesama pengamen teriak, Tengku mati. Tengku mati. Ada yang nangis juga,” papar dia. Kholidin yang mengaku ketakutan dengan kejadian itu, memilih masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian polisi yang tiba di lokasi, memasang garis polisi di TKP.

Kanit Reskrim Polsek Metro Jagakarsa, Iptu Sofyan Suri, menjelaskan Tengku tewas setelah berduel satu lawan satu. Anak jalanan tersebut meregang nyawa setelah dilukai perut dan lehernya menggunakan pisau.

“Sebelumnya korban sempat ditusuk di perut, lalu kabur. Nah ketika ketangkap lagi sama pelaku, baru dilukai lehernya,” ujarnya ketika dihubungi.

Biola yang rusak, diduga menjadi senjata Tengku melawan pelaku. Kendati begitu, belum jelas identitas pelaku. Pun halnya dengan motif yang menyebabkan aksi baku bunuh tersebut. Pengungkapan menjadi terhambat, lantaran dari kedelapan saksi yang diperiksa hanya menyaksikan Tengku sudah tergeletak tak bernyawa.

“Kami periksa 8 saksi dari rekan sesama pengamen, mereka bilang nggak tahu siapa pelaku. Penyebabnya dan ketika korban lari dikejar pelaku juga nggak tahu. Mereka hanya tahu ketika korban sudah geletak di jalan ” tutur Sofyan.

Namun demikian, polisi mengaku telah mengetahui orang-orang yang dicurigai sebagai pelaku. “Tapi belum bisa kita sampaikan. Doakan saja dalam waktu dekat tertangkap,” tandasnya. Jenazah Tengku kini disemayamkan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Hingga berita dibuat, belum ada keluarga yang menjemput jenazah.

Baca juga berbagai artikel lainya mengenai Chandra Ekajaya yang tidak kalah menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *