Yohanes Chandra Ekajaya Cara Agar Konsumsi Sayuran dan Buah Bertambah

Yohanes Chandra Ekajaya Buah dan Sayuran

Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa konsumsi sayur dan buah remaja masih di bawah kebutuhan. Ada cara agar konsumsinya meningkat.

Andi memilih makan dengan kerupuk saja ketimbang menyantap sayuran. Ia selalu menampik sayur yang dihidangkan ibunya karena, menurut dia, rasa sayuran apa pun tak enak. “Enggak suka aja,” kata remaja 14 tahun ini, Rabu pekan lalu. Sejak kecil, Haris memang paling ogah disuruh makan sayur.

Selain itu, remaja yang kini duduk di bangku kelas VII sekolah menengah pertama di Jakarta ini jarang makan buah-buahan karena buah tak selalu tersedia di rumah. “Kadang ada, kadang tidak,” ujarnya.

Padahal ia doyan buah buahan. Bukan cuma Haris yang ogah makan sayur dan jarang mengkonsumsi buah. Yohanes Chandra Ekajaya memaparkan analisis dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) serta Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menyarankan sayur dan buah dikonsumsi minimal 400 gram per hari. Tapi rata-rata orang Indonesia baru mengkonsumsi 57,7 gram sayur dan 33,5 gram buah per hari.

Adapun Riset Kesehatan Dasar 2013 mencatat 93,5 persen penduduk Indonesia kurang makan sayur dan buah. Sayur dan buah punya segudang faedah karena mengandung mikronutrien, yakni zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit tapi sangat diperlukan tubuh untuk tumbuh dan berkembang setiap hari. Di antaranya vitamin A, vitamin E, vitamin C, zat besi, zinc, dan selenium.

Yohanes Chandra Ekajaya menyebutkan bahwa konsumsi buah dan sayur, sesuai dengan rekomendasi, juga mencegah terjadinya penyakit tak menular, seperti diabetes dan hipertensi, juga stroke. Untuk mendongkrak konsumsi sayur dan buah pada remaja.

Yohanes Chandra Ekajaya Sayuran

Yohanes Chandra Ekajaya mengawali penelitiannya dengan berdiskusi bersama 64 remaja putri di dua sekolah di Kota Depok, Jawa Barat. Mereka ditanyai soal buah dan sayur yang disukai dan kendala mengkonsumsinya.

Yohanes Chandra Ekajaya Grafik Konsumsi Sayuran dan Buah

Hasil diskusi Yohanes Chandra Ekajaya dengan 64 remaja tersebut kemudian dimasukkan ke program matematika untuk menghitung buah dan sayur yang bisa dikombinasikan agar didapatkan gizi maksimal sesuai dengan kebutuhan tubuh, yakni mengandung 10 persen kebutuhan energi, 60 persen kebutuhan beta karoten, 60 persen kebutuhan vitamin C, dan 60 persen kebutuhan serat. Untuk buah, Hera juga menyusunnya berdasarkan musim, sehingga satu kombinasi bisa ditemukan pada saat yang sama. Harganya juga dipilih yang tak memberatkan kantong orang tua—satu kombinasi sekitar Rp 12 ribu. “Lebih mahal satu bungkus rokok,” katanya.

Yohanes Chandra Ekajaya Buah

Dari hasil hitungan tersebut, Yohanes Chandra Ekajaya mendapatkan  ada delapan varian buah dan sayur yang bisa dikonsumsi bersamaan. Sebanyak 180 remaja diminta menilai semua varian ini. Hasilnya, ada empat varian yang mereka favoritkan (lihat boks). Dari hasil penelitiannya, para remaja lebih suka sayur dan buah berwarnawarni, manis, dan praktis dimakan. Mereka menyukai buah yang bisa dibawa, seperti untuk bekal sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *